Operasi Kemanusiaan, Warga Berkerumun Dipaksa Rapid Test COVID-19

Fikri Halim, Willibrodus
·Bacaan 2 menit

VIVA – Aparat gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP DKI Jakarta melakukan Operasi Kemanusiaan di wilayah Jakarta Pusat. Dalam operasi tersebut, ratusan massa yang sedang berkerumun diangkut, kemudian mengikuti rapid test yang telah disiapkan oleh aparat.

Operasi tersebut berlangsung sejak Sabtu malam, 26 Desember 2020, pukul 21.30 WIB hingga Minggu dini hari. Bukan hanya kerumunan, kelompok pemotor yang sedang melakukan konvoi di jalan juga diamankan. Ratusan kendaraan tersebut diamankan dan ditilang di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto mengatakan, operasi tersebut dilakukan untuk mencegah penularan COVID-19 di wilayah DKI Jakarta yang semakin meningkat. Mereka yang terjaring akan mengikuti rapid test.

"Kami melakukan penegakan protokol kesehatan. Tim Pemburu COVID-19 ini melibatkan TNI, Polri, Pemerintah Daerah, termasuk Dokes, dan Puskesmas. Kami melakukan rapid test kepada masyarakat yang berkumpul pada malam hari ini," kata Heru kepada wartawan, di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu dini hari 27 Desember 2020.

Baca juga: Identitas Pelempar Bom Molotov ke Masjid di Cengkareng

Dilanjutkan Heru, apabila ada yang ditemukan reaktif pada saat melakukan rapid test, maka pihaknya akan membawa warga tersebut ke rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran untuk dilakukan swab test PCR.

"Apabila ada yang positif COVID-19, maka akan dilakukan treatment di Wisma Atlet," lanjutnya.

Tak hanya kerumunan yang diamankan dalam operasi tersebut, sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat pun ditahan apabila sedang tidak mengenakan masker ataupun yang sedang tidak mengenakan atribut keselamatan berkendaraan. Mereka ini juga mengikuti rapid test.

Intan Nuraini (15), seorang remaja putri yang terjaring dalam operasi tersebut mengungkapkan, bahwa ia datang dari Bekasi, Jawa Barat bersama rekan-rekannya dan berkumpul di Jalan Veteran. Intan mengakui, bahwa ia mengetahui DKI Jakarta sedang melakukan pengetatan wilayah dalam rangka menekan angka penyebaran COVID-19.

"Saya tau kalau di Jakarta sedang ada diketatkan untuk mengurangi COVID-19, tapi saya datang diajak teman-teman untuk ke sini jadi ngikut aja. Ternyata kena juga dan saya kapok untuk ngumpul-ngumpul lagi kayak gini," ujar remaja yang masih kelas tiga SMP ini.

Setelah mengikuti rapid test dan diingatkan oleh Tim Pemburu COVID-19, kelompok remaja tersebut pun diminta untuk pulang ke rumah. Sebelum pulang, mereka diberi sanksi menyapu jalan oleh Satpol PP.

Kebanyakan, mereka yang terjaring dalam operasi kemanusiaan tersebut adalah bukan warga DKI Jakarta. Salah satunya seperti Intan yang datang dari bekasi. Kemudian ada pula yang datang dari Tangerang.

"Sejauh ini belum ada yang reaktif. Karena itu saya peringatkan, bahwa angka penambahan COVID-19 di DKI Jakarta masih tinggi. Oleh karena itu, bagi warga DKI Jakarta, terutama Jakarta Pusat untuk tidak berkerumun dan bagi warga luar Jakarta untuk tidak datang ke Jakarta," imbuh Heru.