Operasi Ketupat Berakhir, Jangan Harap Jadi Mudah Masuk Jakarta

Raden Jihad Akbar

VIVA – Ketatnya pemeriksaan kendaraan yang masuk dan keluar DKI Jakarta ditegaskan masih akan berlangsung. Meski, Operasi Ketupat Jaya dalam rangka pengaturan lalu lintas masa Lebaran 2020 telah berakhir pada 7 Juni lalu.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus menyampaikan, pihaknya akan tetap melakukan penjagaan di pos-pos pantau.

Penjagaan dilakukan terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM). Untuk itu tetap ada anggota polisi yang berjaga di pos-pos check point PSBB dan SIKM.

"(Pemeriksaan) ini masih berjalan di 33 titik dulu namanya check point plus 34 titik pos-pos pantau termasuk bandara, stasiun kereta dan terminal ini masih berjalan," Yusri dikutip dari VIVAnews, Senin, 8 Juni 2020.

Sedangkan berdasarkan data dua pekan pemantauan arus balik, sudah ada sebanyak 78.319 kendaraan mencoba kembali ke Jakarta dari kampung halaman.

"Total kendaraan yang diputar balik dalam arus balik sebanyak 78.319," kata Kepala Bagian Operasional Korps Lalu Lintas Polri Brigadir Jenderal Polisi Benyamin. 

Puncak arus balik sendiri terjadi pada H+4 lebaran di mana ada  total 9.386 kendaraan yang diputar balik. Sedangkan saat arus mudik, total angka kendaraan yang diputar balik yaitu 78.455 unit. 

Jika ditotal seluruh kendaraan yang terjaring dalam Operasi Ketupat 2020 mencapai 156.774 kendaraan.Termasuk, kendaraan-kendaraan nakal yang coba-coba lewat meski dilarang. 

"Itu terdiri dari kendaraan umum seperti bus, travel gelap, dan kendaraan pribadi," katanya.

Baca juga: Motor Belum Kena Ganjil Genap di Jakarta Sepekan Ini

Dari data pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2020 diketahui kalau kendaraan yang paling banyak digunakan pemudik adalah kendaraan pribadi roda empat. Polda Metro Jaya jadi yang paling banyak melakukan putar balik kendaraan dengan total 70.719 unit.

"Sampai kemarin jenis kendaraan roda empat masih paling banyak, yakni 654 kendaraan. Kemudian kendaraan roda dua 174, dan kendaraan umum 43," katanya.

Pantau berita terkini di VIVA terkait Virus Corona