Operasi Pengamanan Ekstra Polisi Malang di Tengah Kebijakan Larangan Mudik

Liputan6.com, Malang - Operasi ketupat lebaran 2020 bakal lebih ketat dibanding pengamanan lebaran biasanya. Tidak hanya keamanan, tapi juga pemeriksaan kesehatan para pemudik jadi fokus ekstra. Apalagi sudah ada kebijakan larangan mudik 2020 karena wabah corona Covid-19.

Di tengah larangan mudik 2020, Operasi Ketupat Semeru 2020 Kota Malang mengganti pos pengamanan jadi pos cek poin. Ada 6 pos yaitu Terminal Arjosari, Terminal Landungsari, Stasiun Malang, perbatasan Graha Kencana, pintu keluar tol Madyopuro dan Kacuk.

Tidak hanya pergantian nama pos saja, tapi di tiap titik tersebut juga ada petugas medis yang siap siaga. Di setiap pos itu disediakan alat pelindung diri (APD) sebagai antisipasi. Bahkan pemudik dengan suhu badan tak normal wajib rapid test.

“Karena suasana lebaran sekarang ini di tengah kasus Covid-19. Maka harus disediakan APD,” kata Kapolres Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, Sabtu, 25 April 2020.

Alat pelindung diri itu sebagai antisipasi kasus Corona Covid-19. Artinya, petugas di setiap pos itu tidak hanya dari unsur keamanan tapi juga petugas medis. Apalagi pemerintah sudah menegaskan larangan mudik lebaran tahun ini.

Operasi Ketupat Semeru 2020 sendiri berlangsung selama 24 April – 31 Mei atau 37 hari. Padahal operasi pengamanan lebaran biasanya dimulai 7 hari jelang dan sesudah lebaran atau selama 14 hari saja.

“Fokus kita tidak hanya keamanan, tapi juga kesehatan masyarakat,” ujar Leonardus.

Bagi mereka yang tetap nekat mudik meski sudah ada larangan mudik 2020, kendaraan diarahkan masuk pos cek poin. Kendaraannya disemprot disinfektan sementara penumpangnya dicek suhu badan. Sekaligus didata identitas kependudukan dan tujuannya.

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

Rapid Test

Fasilitas cuci tangan dengan sabun wajib dimanfaatkan para pemudik lebaran 2020 di pos cek poin Kota Malang (Humas Pemkot Malang)

Pemerintah Kota Malang meminta seluruh puskesmas siaga 24 jam penuh. Serta penanganan pertama, menggelar rapid test pada para pemudik yang memiliki suhu badan di atas rata-rata.

Wali Kota Malang, Sutiaji tak memungkiri gelombang masyarakat pulang kampung saat lebaran kemungkinan bakal tetap terjadi meski pemerintah sudah melarang mudik. Karena itu harus tetap diantisipasi.

“Kami tidak mau gegabah, di perbatasan kota ada cek poin. Kami minta Puskesmas terdekat selalu siap,” kata Sutiaji.

Bila ada warga dengan suhu badan 36 derajat, maka akan disiapkan rapid test. Setelah itu dirujuk ke puskesmas terdekat. Berikutnya, jika kondisi kesehatannya ada gejala klinis mengarah ke Corona Covid-19, maka akan dibawa ke rumah sakit.

“Bisa juga isolasi mandiri atau dibawa ke rumah karantina yang sudah kami siapkan,” tutur Sutiaji.

Pemkot Malang sendiri menyiapkan dua rumah karantina yakni di Balai Diklat Pemprov Jawa Timur dan Balai Diklat Kementerian Dalam Negeri. Kedua gedung itu memiliki kamar dengan kapasitas 400 ranjang.

 

Simak Video Pilihan Berikut Ini: