Operasi SAR KM Express Cantika 77 Diperpanjang 3 Hari

Merdeka.com - Merdeka.com - Tim SAR gabungan memperpanjang proses pencarian para korban terbakarnya KM Express Cantika 77 selama tiga hari ke depan. Perpanjangan waktu ini mulai diberlakukan Senin (31/10) hingga Rabu (2/11).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Klas A Kupang, I Putu Sudayana mengatakan, operasi SAR diperpanjang sesuai hasil evaluasi. Selain itu, atas permintaan pemerintah Kabupaten Alor dan keluarga korban yang masih dinyatakan hilang.

"Operasi SAR dari hari pertama sampai hari ketujuh ini berlangsung aman dan lancar. Setelah dilakukan sinkronisasi data, total korban selamat berjumlah 325 orang, korban meninggal dunia 20 orang dan masih dalam pencarian 17 orang," jelasnya, usai rapat evaluasi bersama pihak terkait, Minggu (30/10).

Menurut I Putu Sudayana, dari 17 korban yang dinyatakan masih hilang tersebut terdapat satu jenazah bayi yang meninggal dunia di RSUD W. Z Yohanes Kupang, dan hendak dibawa keluarga keluarga ke Alor.

operasi sar km express cantika 77 diperpanjang 3 hari
operasi sar km express cantika 77 diperpanjang 3 hari

©2022 Merdeka.com

"Saat itu terdapat jenazah bayi yang ikut pelayaran itu ssrit Kupang ke Alor. Sehingga total keseluruhan penumpang KM Express Cantika 77 berjumlah 362 orang," sebutnya.

Dia menambahkan, area pencarian saat perpanjangan tiga hari kedepan mengikuti panduan SAR map yang ada yakni, bergerak ke perairan teluk Kupang dan seputaran perairan Semau.

"Kita juga sebarkan informasi ini ke potensi yang ada di Ende, Maumere maupun kapal-kapal yang melewati sekitar perairan Kupang untuk melaporkan jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban yang hilang," ujar I Putu Sudayana.

Sebelumnya, satu orang korban terbakarnya KM Express Cantika 77 di Tanjung Gemuk, Perairan Naikliu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur dinyatakan meninggal dunia. Sehingga kini korban meninggal dunia menjadi 20 orang.

Korban bernama Nuraini (43), asal Alor Kecil, Kabupaten Alor. Nuraini saat kejadian mengalami luka bakar di sekujur tubuh hampir 89 persen, dan dievakuasi dengan KN Antareja, Senin (23/10) lalu.

Korban Nuraini meninggal dunia di RSUD W. Z Yohanes Kupang, setelah beberapa hari di rawat. Direncanakan, korban akan dibawa ke kampung halamannya di Alor Kecil.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Klas A Kupang, I Putu Sudayana mengatakan, korban meninggal dunia sekitar pukul 8.50 Wita setelah kritis.

"Korban meninggal saat ini jadi 20 orang. Korban selamat 310 orang dan korban hilang menurut laporan keluarga sebanyak 20 orang," jelasnya, Sabtu (29/10). [noe]