Operasi Senyap ISIS, Rekrut Anggota Lewat Aplikasi Kencan Tinder

Merdeka.com - Merdeka.com - Film dokumenter Netflix Tinder Swindler yang mengisahkan bagaimana seorang penjahat Israel memanfaatkan aplikasi kencan itu untuk membujuk perempuan agar mengirimkan uang jutaan dolar kepada dirinya cukup menghebohkan dunia awal tahun ini.

Kini aplikasi kencan Tinder dilaporkan digunakan oleh kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Afrika Selatan untuk merekrut anggota.

Nischal Mewalall, Kepala Pusat Informasi Risiko Perbankan Afrika Selatan (SABRIC) menyatakan ISIS menggunakan Tinder di Afrika Selatan untuk mendanai pemberontakan dan merekrut anggota.

Dalam laporan SABRIC, berbagai anggota ISIS ditemukan telah membuat berbagai akun palsu orang-orang terkenal untuk memanipulasi pengikutnya agar memberikan uang.

Sebelumnya Tinder mengetahui aplikasi mereka digunakan pihak tak bertanggung jawab. Tinder sendiri juga telah memperingatkan pengguna agar waspada kepada akun yang meminta uang.

"Kami memiliki kebijakan tanpa toleransi terhadap perilaku predator dalam bentuk apa pun. Kami memiliki tim penipuan khusus yang menggunakan jaringan teknologi terkemuka di industri yang memindai penipuan dan meninjau setiap profil anggota untuk bahasa tanda bahaya, dan melakukan tinjauan manual terhadap profil, aktivitas, dan laporan yang dibuat pengguna yang mencurigakan," jelas pernyataan kebijakan Tinder, dikutip dari Al Arabiya, Rabu (16/11).

operasi senyap isis, rekrut anggota lewat aplikasi kencan tinder
operasi senyap isis, rekrut anggota lewat aplikasi kencan tinder

Tinder juga meminta pengguna agar mereka segera melaporkan akun yang terbukti meminta uang.

Temuan SABRIC membuktikan laporan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang diterbitkan Juli lalu. Laporan itu menyatakan Afrika Selatan menjadi tempat persembunyian kelompok ISIS setelah dikalahkan di Suriah dan Irak.

Laporan itu mengungkap DK PBB menemukan aliran uang lebih dari USD 1 juta atau Rp 15.6 miliar yang dikirim ke Afrika Selatan oleh pemimpin-pemimpin ISIS yang tersebar di Afrika.

Untuk menghentikan aliran uang, Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) telah menjatuhkan sanksi kepada empat orang dan delapan perusahaan yang memiliki hubungan dengan ISIS.

“ISIS terus memperluas jaringan terorisnya di seluruh benua, sebagaimana dibuktikan laporan Dewan Keamanan PBB Juli 2022 yang menyoroti pentingnya negara itu untuk mendapat dana dari kepemimpinan ISIS ke afiliasi ISIS di seluruh Afrika. Departemen Keuangan tetap berkomitmen untuk mengungkap dan menghentikan pendanaan teroris di benua Afrika,” jelas departemen itu.

“Hari ini, Departemen Keuangan menargetkan individu-individu kunci dalam jaringan ISIS di Afrika Selatan, serta aset bisnis mereka, yang telah memainkan peran penting memungkinkan terorisme dan kegiatan kriminal lainnya di wilayah tersebut,” ujar Wakil Sekretaris Departemen Keuangan untuk Terorisme dan Intelijen Keuangan, Brian E. Nelson.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]