Operasional Bandara dan Penerbangan Tak Terdampak Gempa Banten

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Operasional bandara dan penerbangan di daerah yang terdampak gempa Banten Magnitudo 6,7 masih berjalan secara normal. Diketahui, gempa Banten sempat dirasakan di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Junior Manager Humas AirNav Indonesia Gilang mengatakan, hingga saat ini operasional di beberapa bandara tidak terdampak oleh gempa Banten.

“Sejauh ini operasional penerbangan aman ya,” katanya saat dikonfirmasi Liputan6.com, Jumat (14/1/2022).

Ia menambahkan, tak ada dampak signifikan terhadap gempa di sektor pelayanan penerbangan. Gempa juga disebutkan tidak berdampak pada navigasi penerbangan.

“Tidak ada dampak signifikan pasca gempa. Baik terhadap pelayanan maupun fasilitas navigasi,” tambahnya.

Informasi, sejumlah daerah seperti DKI Jakarta, Tangerang, Bogor, hingga Depok merasakan guncangan gempa.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Gempa Banten

Ilustrasi Gempa Bumi (iStockphoto)
Ilustrasi Gempa Bumi (iStockphoto)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

"Tidak berpotensi tsunami," demikian seperti dikutip dalam laman BMKG.

Meski demikian, BMKG menyebut tetap waspada akan gempa susulan.

"Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi," demikian.

Perlu diketahui, menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang diterima Liputan6.com, terjadi gempa sebesar 6,7 SR pada pukul 16:05 WIB.

Pusat gempa terjadi di kedalaman 10km dibawah permukaan laut. Pusat gempa berada di 52 km BaratDaya SUMUR-BANTEN, 71 km BaratDaya MUARA BINUANGEUN-BANTEN, 95 km Barat Daya LABUAN-BANTEN, 141 km BaratDaya SERANG-BANTEN, dan 197 km BaratDaya JAKARTA-INDONESIA.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel