OPM Gempur Kala Hitam TNI, Pasukan Tempur Siliwangi Dikerahkan Papua

Febrika Indirawati
·Bacaan 3 menit

VIVA – Prajurit Tentara Nasional Indonesia dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan, Batalyon Infanteri 312/Kala Hitam, baru saja terlibat bentrok senjata dengan kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka.

Dalam siaran resmi yang diterima VIVA Militer, dari Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih, disebutkan baku tembak antara pasukan Kalajengking Hitam dengan OPM terjadi sekitar pukul 09:30 WIT.

Pasukan asal Brigif 15/Kijang II, Kodam III/Siliwangi itu terlibat baku tembak dengan OPM di Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Kelompok separatis OPM, kembali berulah nih. Untuk kalian yang penasaran dengan kelanjutan ceritanya bisa klik link di bawah ini ya.

Bentrok Senjata Pecah di Papua, Pasukan Kala Hitam TNI Gempur OPM

VIVA Militer: Prajurit Yonif 312/Kala Hitam TNI.
VIVA Militer: Prajurit Yonif 312/Kala Hitam TNI.

Meski tiga prajurit terluka akibat ditembaki secara brutal di Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Tapi ternyata, pasukan Batalyon Infanteri 312/Kala Hitam tak mundur sama sekali.

Dalam kondisi dihujani peluru, prajurit-prajurit pemberani asal Brigif 15/Kijang II, Kodam III/Siliwangi terus maju mengejar kelompok separatis bersenjata OPM yang menyerang mereka.

Karena OPM kembali berulah, berita tentang update terbaru kabar prajurit TNI yang melawan OPM menjadi daya tarik utama. Simak kelanjutan ceritanya dengan klik link di bawah ini.

Meski Terluka Ditembaki Brutal, Pasukan Kala Hitam TNI Maju Kejar OPM

VIVA Militer: Prajurit Yonif 312/Kala Hitam TNI.
VIVA Militer: Prajurit Yonif 312/Kala Hitam TNI.

Keren, Aksi Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI Suhartono di lapangan tembak sangat memukau. Orang nomor satu di Korps Marinir TNI AL itu benar-benar menunjukkan kelihaiannya dalam menggunakan senjata.

Hal itu ditunjukkan oleh Mayjen TNI Suhartono dalam sebuah video pendek yang berjudul "Im Back".

Dikutip VIVA Militer dari akun instagram pribadinya, Jenderal Marinir itu berhasil menjatuhkan belasan sasaran tembak yang berjarak sekitar 50 meter hanya dalam waktu satu menit 30 detik.

Berita yang datang dari jajaran TNI, berhasil menduduki peringkat ketiga dalam jajaran berita terpopuler kali ini nih. Yuk simak kelanjutan ceritanya dengan klik link di bawah ini ya.

Viral Aksi Menembak Dankormar Mayjen TNI Suhartono Bikin Geleng Kepala

VIVA Militer : Dankormar Mayjen TNI Suhartono latihan menembak
VIVA Militer : Dankormar Mayjen TNI Suhartono latihan menembak

Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto hingga hari ini masih berada di Amerika Serikat (AS). Keberangkatan mantan Danjen Kopassus itu dikabarkan terkait dengan rencana pembelian alat utama sistem persenjataan pertahanan atau Alutsista yang akan digunakan oleh TNI dari Amerika Serikat.

Namun, hingga saat ini apa senjata yang akan dibeli Prabowo masih tanda tanya besar. Sempat beredar kabar lawatan Prabowo Subianto yang dilakukan sejak tanggal 15 hingga 19 Oktober 2020 itu terkait dengan rencana pembelian Jet tempur F-35 buatan AS yang kini tengah menjadi perhatian dunia internasional.

Namun, lagi-lagi Kementerian Pertahanan Republik Indonesia hingga saat ini masih belum mengkonfirmasi kabar yang beredar tersebut.

Selain berita mengenai kelompok separatis OPM yang kembali berulah, ternyata informasi tentang Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto cukup digemari. Seperti apa sih kelanjutan ceritanya? Klik link di bawah ini ya.

Prabowo Subianto ke Amerika Cari Alutsista Harga Murah Kualitas Tinggi

VIVA Militer: jet tempur Amerika Serikat (AS), F-35 Lightning II
VIVA Militer: jet tempur Amerika Serikat (AS), F-35 Lightning II

Tentara Nasional Indonesia baru saja kehilangan sesepuh yang pernah menjadi prajurit terbaik TNI di masa tugasnya. Letnan Jenderal (purnawirawan) Hadi Waluyo telah berpulang untuk selamanya.

Pria kelahiran Bojonegoro, Jawa Timur itu meninggal dunia di usia 70 pada Senin 19 Oktober 2020, di Rumah Sakit Darmo, Surabaya. Letjen Hadi wafat akibat menderita penyakit Sindrom Mieldisplasi atau MDS.

Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) TNI ke-28 itu, sudah mulai terserang penyakit berbahaya yang diakibatkan kerusakan sel darah itu sejak dua tahun lalu.

Nah, kalian tentu ingin tahu bukan penyakit berbahaya apa yang diderita Letjen TNI (Purn) Hadi Waluyo? Untuk itu pastikan kalian klik link di bawah ini ya.

Ini Penyakit Berbahaya Panglima Kostrad TNI ke-28 Sebelum Meninggal

VIVA Militer: Prosesi pemakaman Letjen Hadi Waluyo.
VIVA Militer: Prosesi pemakaman Letjen Hadi Waluyo.

Demikian 5 artikel terpopuler VIVA Militer edisi Selesa 20 Oktober 2020. Nantikan rangkuman 5 top artikel selanjutnya ya. Dan ikuti informasi terhangat, terpanas dan paling update seputar dunia militer di akun-akun media sosial VIVA Militer. Lengkap kok ada di Twitter, Instagram dan Facebook.

Baca: Penjual Koran Redam Kerusuhan, Prajurit TNI 4 Hari Susuri Rimba Papua