Optimalisasi Pariwisata Kabupaten Kebumen Berbasis Desa Wisata

Syahdan Nurdin, nawawielly-319
·Bacaan 6 menit

VIVA – Pagi-pagi saat prepare berkas-berkas pekerjaan untuk hari ini aku sempatkan untuk mencoba berselancar di internet tentang daerah-daerah potensi wisata di kabupaten Kebumen, sedikit tercengang ternyata terdapat puluhan daerah wisata kebumen yang ketika saya riset di publikasi yang ada di internet ternyata memiliki daya Tarik yang luar biasa.

Saya jadi ingat pernah berlibur di salah satu spot wisata di kebumen yaitu taman bunga dekat pantai ambal yang dikelola oleh masyarakat setempat dengan konsep kelompok masyarakat pariwisata.

Dari sejumlah puluhan spot wisata yang ada di Kebumen secara garis besar merupakan daerah wisata berbasis alam, dimana menawarkan keindahan panorama alam hal ini membuktikan bahwa Kebumen memiliki potensi wisata alami yang luar biasa, dengan kata lain untuk meningkatkan sektor pariwisata pemerintah Kebumen dan berbagai stage holder terkait hanya butuh memoles tanpa harus mendesain pariwisata baru karena bahan dasarnya sudah ada.

Bicara peningkatan pariwisata tentunya pemahaman dasar tentang usaha pengembangan sektor pariwisata harus dipahami betul terlebih oleh para pemmangku kebijakan.

Di mana pariwisata adalah salah satu sektor ekonomi berbasis jasa yang disiapkan dalam rangka menumbuhkan semangat baru bagi para penikmatnya. Objek wisata yang ditawarkan harus mampu mengembalikan semangat para pengunjung setelah melakukan rutinitas hari – hari yang membuat penat.

Di sisi lain mengembangkan sektor pariwisata harus memperhatikan potensi penyangga lainnya yang mampu menarik wisatawan sebanyak-banyaknya seperti akses transportasi yang mudah, kawasan penyangga wisata yang mendukung seperti tersedianya fasilitas umum yang mudah diakses baik hotel, restoran dan akses penghubung ke objek wisata.

Membangun sektor pariwisata tentunya bagi suatu daerah juga memiliki tujuan untuk meningkatkan ekonomi daerah tersebut, sektor pariwisata diharapkan mampu mendongkrak ekonomi daerah.

Paradigma tersebut mengharuskan daerah optimal dalam menyiapkan serta mendesain pariwisatanya agar mampu optimal mendatangkan wisatawan yang muaranya mampu menggerakkan roda ekonomi daerah wisata tersebut khususnya dan daerah atau kota secara umum.

Penyiapan tersebut tidak hanya fokus pada spot wisatanya tapi bagaimana penyiapan daerah penyangga, masyarakat sekitar selaku tuan rumah, akses akomodasi, serta fasilitas-fasilitas penunjang lainnya. Tentunya mendesain suatu sektor wisata daerah memerlukan sebuah konsep yang tepat karena hal tersebut tentunya membutuhkan biaya, waktu serta tenaga yang banyak.

Kebumen secara geografis memiliki potensi ekonomi serta pariwisata yang luar biasa tetapi untuk mengelola serta mengembangkan potensi tersebut khususnya sektor pariwisata tentunya memerlukan anggaran yang tidak sedikit.

Karena mengembangkan sektor pariwisata tidak bias dilakukan secara parsial tapi harus komperehensif, membangun pariwisata harus menyeluruh agar bisa optimal. Permasalahan anggaran ini tentunya menjadi tantangan sendiri bagi pemerintah kebumen, di mana pemerintah harus mampu berfikir kreatif dan inovatif dalam menyiapkan anggaran ini agar pengembangan pariwisata bisa optimal.

Dengan jumlah APBD yang tentunya terbatas, dalam kata lain secara mayoritas nilai APBD paling besar adalah untuk belanja pegawai, serta upaya memperbaiki infrastruktur daerah.

Maka tidak hanya Kebumen hampir daerah-daerah lain juga mengalami hal yang sama di mana pembangunan sektor pariwisata selalu terkendala permasalahan anggaran daerah maka banyak daerah dalam pembangunan sektor pariwisatanya banyak mengandalkan campur tangan investor saja.

Hal ini berimbas pada daerah yang memiliki sektor pariwisata yang banyak tapi belum optimal jadi jarang dilirik oleh Investor.

Permasalahan di atas hausnya tidak menjadi kendala bagi kebumen untuk mengembangkan sektor pariwisatanya dan secara umum bagi semua daerah apalagi kita sudah memasuki era informasi yang konseptual, era revolusi industri 4.0 yang harus di ikuti dengan kualitas masyarakat 4.0 juga.

Atas dasar itu maka pemerintah daerah hanya perlu menyiapkan masyarakat sebagai tuan rumah selaku pelaku usaha pariwisata tersebut. Pemerintah fokus memfasilitasi masyarakat agar berdaya dalam mengelola serta mengembangkan sektor wisata di daerahnya.

Kebumen yang memiliki banyak sektor pariwisata yang tersebar di seluru daerah khususnya wilayah pesisir selatan harus mampu menyiapkan masyarakatnya.

Pariwisata Kebumen terdiri dari wisata pantai, wisata pegunungan, wisata berbasis sawah, wisata berbasis sejarah hingga wisata berbasis masyarakat. Kita ambil contoh yang sudah terkenal Pantai Ayah, Pantai Mengganti, Pantai Suwuk, Gua Jati Jajar, Benteng Van Der Wijk, hingga banyak wisata-wisata kecil lainnya, semua itu perlu dikembangkan secara optimal dengan konsep pemberdayaan masyarakat daerah sekitar objek wisata tersebut. Konsep pengembangan desa wisata adalah konsep yang tepat untuk mengembangkan potensi pariwisata di Kabupaten Kebumen.

Desa Wisata adalah komunitas atau masyarakat yang terdiri dari para penduduk suatu wilayah terbatas yang bisa saling berinteraksi secara langsung di bawah sebuah pengelolaan dan memiliki kepedulian serta kesadaran untuk berperan bersama sesuai ketrampilan dan kemampuan masing-masing memberdayakan potensi secara kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan sehingga tercapai peningkatan pembangunan daerah melalui kepariwisataan dan memanfaatkannya bagi kesejahteraan masyarakat di wilayah itu.

Desa Wisata merupakan kelompok swadaya dan swakarsa masyarakat yang dalam aktivitas sosialnya berupaya untuk meningkatkan pemahaman kepariwisataan, mewadahi peran dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan kepariwisataan di wilayahnya, meningkatkan nilai kepariwisataan serta memberdayakannya bagi kesejahteraan masyarakat, keikut sertaan dalam mensukseskan pembangunan kepariwisataan.

Desa Wisata dibentuk untuk memberdayakan masyarakat agar dapat berperan sebagai pelaku langsung dalam upaya meningkatkan kesiapan dan kepedulian dalam menyikapi potensi pariwisata atau lokasi daya tarik wisata di wilayah mereka agar dapat berperan sebagai tuan rumah yang baik bagi para wisatawan yang berkunjung, serta memiliki kesadaran akan peluang dan kesiapan menangkap manfaat yang dapat dikembangkan dari kegiatan pariwisata untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat .

Tujuan dari pembentukan Desa Wisata ini sebagai upaya meningkatkan posisi dan peran masyarakat sebagai subjek atau pelaku penting dalam pembangunan kepariwisataan, serta dapat bersinergi dan bermitra dengan pemangku kepentingan terkait dalam meningkatkan kualitas perkembangan kepariwisataan di daerah, membangun dan menumbuhkan sikap dan dukungan positif masyarakat sebagai tuan rumah melalui perwujudan nilai-nilai Sapta Pesona bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan di daerah dan manfaatnya bagi pembangunan daerah maupun kesejahteraan masyarakat dan memperkenalkan, melestarikan dan memanfaatkan potensi daya tarik wisata yang ada di masing-masing daerah.

Fungsi Desa Wisata merupakan sebagai wadah langsung bagi masyarakat akan kesadaran adanya potensi Wisata dan terciptanya Sapta Pesona di lingkungan wilayah di destinasi wisata dan sebagai unsur kemitran baik bagi Pemerintah propinsi maupun pemerintah daerah (kabupaten/kota) dalam upaya perwujudan dan pengembangan kepariwisataan di daerah. Adapun langkah-langkah pengembangan Desa Wisata dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain.

Pertama, Petakan wilayah dengan mengidentifikasi potensi alam, sosial, budaya yang ada di desa serta dengan mengatur peruntukan wilayah desa.

Kedua, Menata wajah desa dengan memperbaiki fasilitas umum, pemukiman, Pura, kuburan serta yang lebih penting membaskan wilayah kita dari sampah terutama plastik.

Ketiga, Menyiapkan Sumber Daya Manusia, Kelembagaan, dan Jaringan seperti membuat aturan main pengelolaan Desa Wisata, membentuk Badan Pengelola, merancang program kerja (pendek, menengah dan panjang) serta mengembangkan jaringan dan kerja sama

Untuk mengembangkan desa wisata ada beberapa prinsip utama yang harus diperhatikan dalam pengembangan Desa Wisata diantaranya, (1) mengendalikan kepemilikan lahan dengan kontrol tetap di desa, (2) menumbuhkan jiwa bersaing sehat (3) Setia pada proses awal pengembangan Desa Wisat dan jangan beranggapan bahwa Desa Wisata dapat berjalan secara instant. (4) Hendaklah bergerak secara bersama antara dinas dan stage holder yang lain. Dan (5) Konsisten dan Tetap seperti semula dan jangan berubah karena menjadi desa wisata.

Kebumen dengan potensi pariwisata yang luar biasa harus mampu memanfaatkannya dengan optimal untuk mendongkrak ekonomi daerah, konsep desa wisata bisa di lakukan dengan perencanaan yang optimal sehingga menghasilkan obyek wisata yang mampu menarik minat wisatawan serta meningkatkan ekonomi daerah serta bermuara pada kesejahteraan masyarakat serta mampu membuat Kebumen naik kelas menjadi daerah yang kaya dan maju.

(Penulis: Moh Nur Nawawi, menantu orang Ngabean Kebumen, Founder Yayasan Suren Untuk Indonesia sebuah yaysan pemberdayaan masyarakat berbasis pendidikan dan pengembangan Agribisnis )