Optimalkan Fasilitas PLB, Bea Cukai Giat Asistensi Pengguna Jasa

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Bea Cukai senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jasa, salah satu nya melalui asistensi kepada calon penerima fasilitas pusat logistik berikat (PLB) baik penyelenggara maupun pengusaha dalam PLB (PDPLB).

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Bea Cukai, Sudiro, menjelaskan bahwa fasilitas PLB menawarkan segudang manfaat kepada pengguna jasa. Beberapa diantaranya adalah penangguhan bea masuk, penangguhan pajak, penagguhan izin impor, kepemilikan barang yang fleksibel, jangka waktu timbun barang yang fleksibel (3 tahun atau lebih), serta asal dan tujuan barang yang fleksibel (lokal, impor dan ekspor)

“Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan oleh fasilitas PLB ini, pastinya akan memudahkan perusahaan dalam mengelola proses produksi barang hingga cashflow perusahaan. Selain manfaat yang didapatkan perusahaan, terdapat manfaat lain bagi negara dimana sektor perekonomian akan semakin tergerak hingga terbukanya lapangan pekerjaan yang baru,” ujar Sudiro.

Pada kesempatan ini, Bea Cukai Pekanbaru bersama Kanwil Bea Cukai Riau melaksanakan asistensi kepada dua perusahaan yang rencananya akan menjadi PDPLB di kawasan PLB Surya Inti Primakarya. Dua perusahaan tersebut adalah PT Mitra Agrinusa Sentosa dan PT Trimitra Agro Jaya yang bergerak di bidang pengolahan crude palm oil.

Sudiro menambahkan, pada asistensi kali ini, PT Mitra Agrinusa Sentosa dan PT Trimitra Agro Jaya diedukasi seputar apa itu PLB, apa saja manfaatnya hingga apa saja yang menjadi kewajiban dari penyelenggara hingga pengusaha dalam PLB.

Di sisi lain, Bea Cukai Sidoarjo juga melakukan hal yang serupa yakni memberikan asistensi kepada PT Indal Alumunium tentang manfaat yang akan diperoleh jika diterapkannya PLB.

“Program pelaksanaan asistensi PLB ini sejalan dengan semangat pemulihan ekonomi nasional yang sekarang sedang digalakkan di berbagai daerah di Indonesia. Nantinya, diharapkan dengan adanya fasilitas PLB dapat menurunkan biaya logistik yang tinggi, menurunkan dwelling time dan dapat meningkatkan kegiatan ekspor impor industri serta dapat memajukan ekonomi nasional secara umum,” jelas Sudiro.

(*)