Optimalkan Gas Bumi dalam Transisi Energi Butuh Komitmen Bersama

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Butuh kesepahaman bersama yang menegaskan jika gas bumi adalah pilihan yang tepat dalam masa transisi energi di Indonesia. Hal ini agar pemanfaatan gas bumi bisa dioptimalkan dengan baik.

Direktur Perencanaan Strategis Pengembangan Bisnis PHE, John H Simamora, mengibaratkan nasib gas bumi akan seperti minyak bumi jika tanpa adanya kesepahaman bersama. Di mana Indoenesia dulu dari eksportir minyak bumi dan kini menjadi importir minyak.

Kesepahaman itu diharapkan kemudian diturunkan dalam kebijakan yang mendorong optimasi gas bumi sehingga antara pasokan dan permintaan bisa berjalan beriringan.

Menurut dia, banyak potensi gas yang dimiliki Pertamina di berbagai wilayah, terutama di wilayah Indonesia Timur, tetapi belum bisa dimonetisasi karena belum ada pembeli, infrastruktur juga masih belum tersedia.

“Gas ini sudah saatnya. Tetapi harus nyata dan jelas. Kita sudah banyak bicara soal ini, tetapi faktanya, tidak banyak berubah,” ujar dia dalam diskusi online bertajuk Optimalisasi penggunaan Gas Bumi Menuju Transisi Energi, di jakarta, Selasa, (24/8/2021).

Momentum komitmen global terhadap perubahan iklim dan komitmen mereduksi emisi dengan penggunaan sumber energi yang lebih ramah lingkungan, harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga potensi-potensi gas bumi yang dimiliki bisa dioptimasi.

Cadangan Hingga 2030

Ilustrasi tambang migas (iStockPhoto)
Ilustrasi tambang migas (iStockPhoto)

Sekretaris Dewan Energi Nasional (DEN), Djoko Siswanto, mengungkapkan kebijakan penggunaan gas untuk industri nasional, merupakan komitmen Indonesia terhadap kebijakan global. Di mana diharapkan temperatur global tidak lebih dari 2 derajat celcius.

Di tingkat Nasional, pemerintah juga berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca, melalui efisiensi energi, konservasi energi dan juga penerapan teknologi energi bersih.

“Selain itu, lahirnya paradigma baru, dimana energi sebagai modal pembangunan nasional. Migas diharpkan bisa mengerek perekonomi nasional, multiplier effect dan penerimaan tenaga kerja,” jelas Djoko.

Dari sisi potensi, cadangan gas Indonesia masih cukup untuk memenuhi kebutuhan energi nasional sampai 2030.

Sementara itu, masih banyak potensi gas bumi lain yang belum dieksploitasi. Jika beberapa proyek semisal IDD ataupun Masela bisa segera dikerjakan, tentu akan menambah cadangan gas terbukti.

Pemerintah, dikatakan menyiapkan berbagai kebijakan sehingga potensi gas yang dimiliki bisa dioptimalkan, terutama untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Direktur Operasi Operasi Risco Energy Aditya Pratama, mengatakan, potensi gas yang dimiliki Indonesia harus dijembatani sehingga pemanfaatan gas secara optimal bisa dimanfaatkan.

“(Indonesia) negara kepualauan, tentunya butuh LNG skala kecil. Sehingga pengembangan infrastruktur LNG sangat dibutuhkan. Small scale LNG itu, cost effective,” demikian jelas Aditya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel