Optimalkan UPJA di Sentra Produksi Pangan, Kementan Realisasikan Perbengkelan Alsintan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Wajo Kementerian Pertanian (Kementan) mengembangkan fasilitasi pengembangan perbengkelan. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang telah disalurkan ke Kelompok Tani (Poktan), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA). Selain itu, juga sebagai upaya untuk mengoptimalkan kinerja alsintan yg dikelola poktan/galoktan/UPJA.

Salah satu penerima manfaat adalah UPJA Padi Mekar di Desa Leppangeng, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menuturkan, saat ini sektor pertanian menjadi tulang punggung harapan di tengah pandemi Covid-19. Dikatakannya, dalam situasi apapun pertanian tak boleh mengalami gangguan sedikitpun.

"Tujuan pembangunan pertanian nasional kita adalah menyediakan pangan bagi seluruh rakyat, menyejahterakan petani dan menggenjot ekspor," tutur Mentan SYL.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil menambahkan, untuk mendukung hal tersebut Kementan telah menyalurkan alsintan pra panen yang terdiri atas traktor roda dua, traktor roda empat, cultivator, pompa air, rice transplanter dan hand sprayer.

"Bantuan tersebut disalurkan kepada Poktan, Gapoktan, UPJA maupun dinas dalam bentuk brigade di wilayah sentra produksi untuk mencapai swasembada pangan menuju terwujudnya kedaulatan pangan," tutur Ali.

Perbengkelan Alsintan

Kementan mengembangkan fasilitasi pengembangan perbengkelan.
Kementan mengembangkan fasilitasi pengembangan perbengkelan.

Ia melanjutkan, daerah-daerah sentra produksi yang telah menerima bantuan alsintan ini perlu didukung keberlanjutannya, sehingga memerlukan layanan pemeliharaan, perbaikan dan penyediaan suku cadang.

"Kegiatan tersebut memerlukan dukungan perbengkelan yang dalam pelaksanaannya dapat dilakukan oleh lembaga UPJA," papar Ali.

Direktur Alsintan Ditjen PSP Kementan, Andi Nur Alam Syah melanjutkan, dengan bantuan perbengkelan di bawah pengelolaan UPJA diharapkan ada dua keuntungan yang didapat yakni jaminan keberlanjutan penggunaan alsintan dan menjadi sumber pendapatan UPJA selain dari usaha jasa sewa alsintan, jasa olah tanah dan jasa perbengkelan.

"Bantuan sarana perbengkelan dilakukan melalui pembangunan workshop yang berfungsi sebagai tempat kerja operasional bengkel dan penyimpanan suku cadang alsintan, juga kantor administrasi, alat perbengkelan, genset serta motor roda tiga untuk mobilisasi pelayanan alsintan," kata Andi.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel