Optimisme Industri Salon dan Tata Rambut untuk Dukung Perekonomian Indonesia

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Pada kesempatan bincang virtual dengan tema “Beauty That Moves Indonesian Forward” pada Rabu (27/10/2021) bersama Michael Justisoesetya selaku General Manager, Professional Products Division, L'Oreal Indonesia, menyatakan jika, “ Industri tata rambut sangat berpotensi dengan nilai transaksi per tahun sekitar Rp13 triliun.”ungkapnya.

Industri tata rambut adalah bidang yang membutuhkan tenaga kerja dan talenta sangat banyak. Michael juga menjelaskan jika tercatat 100 ribu salon di Indonesia, 5.000 ribu barbershop, dengan total tenaga kerja mencapai 500 ribu. Angka ini menunjukkan jika industrii tata rambut benar-benar mampu menjadi penggerak roda perekonomian Indonesia.

Industri tata rambut juga sangat dibutuhkan oleh segala bidang dan masuk ke dalam semua lapisan masyarakat. Hal ini terbukti jika industri fashion, seni pertunjukan, dan bidang kreatif lainnya saling bersinergi, saling melengkapi, sehingga mampu memutar roda perekonomian dengan cara simbiosis mutualisme.

TERKAIT: Perempuan itu Serba Bisa, Dari Usaha Salon Belok ke Warung Makan dapurnadia-aurabeauty Jadi Bukti Nyata

TERKAIT: 4 Perawatan Ala Salon Tanpa Perlu ke Luar Rumah Sambil Ngabuburit di Bulan Ramadan

TERKAIT: Salon From Home, Solusi Praktis Merawat Rambut Berkilau dengan Keratin di Rumah

Talenta di Indonesia yang semakin berkembang

Ilustrasi salon. Sumber foto: unsplash.com/Guilherme Petri.
Ilustrasi salon. Sumber foto: unsplash.com/Guilherme Petri.

Michael menyebutkan jika talenta-talenta di Indonesia tak bisa dipandang sebelah mata. Para hairdresser mampu bersaing secara internasional dengan skill dan kreativitas yang membanggakan. Bahkan hairdresser Indonesia juga memiliki banyak prestasi, terbukti banyak dari mereka yang unggul di kancah dunia.

Namun upaya ini harus terus dijaga dan didukung dengan inisiasi serta edukasi modern yang bisa menjangkau seluruh Indonesia. Dengan upaya ini, maka para pelaku industri mampu bersaing dan terus mendapatkan ilmu terkini.

L'Oreal Indonesia juga meluncurkan platform edukasi digital L’Oreal Access yang bisa diunduh,”ungkap Michael. Website ini adalah learning hub yang bisa dimanfaatkan oleh para pelaku salon dan profesional agar bisa tetap terkoneksi, tumbuh berkembang, belajar bersama L’Oreal.

Pada kesempatan ini, Tsabitah Salon Muslimah yang dimiliki oleh Lia, mengaku jika industri salon di Indonesia memang sangat berkembang. Ia mengaku jika di masa pandemi memang usahanya sangat terdampak. Namun seiring berkembangnya waktu, kini bisnisnya kembali pulih.

Terus belajar untuk berkembang

Ilustrasi Salon
Ilustrasi Salon

"Masa pandemi berat, saat awal salon harus tutup. Bukan cuma untuk saya sebagai pemilik salon dan karyawan, customer juga. Salon tutup tapi komunikasi dengan customer tetap berjalan," ungkap Lia.

Ia menjalin komunikasi dengan pelanggan setia dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi dan pesatnya perkembangan media sosial. "Saya maintain biar komunikasi dengan customer tetap berjalan. Kita arahkan konsultasi virtual," jelasnya.

"Baru kita bantu melalui WhatsApp, pembelian lewat online yang bisa tetap memenuhi kebutuhan customer. Tsabitah Salon dan karyawan kerja sama dengan baik, tetap bertahan melewati masa pandemi dan semoga ke depannya bisa bertahan" tutur Lia.

Tsabitah Salon Mulsimah adalah salon untuk perempuan dan para pengguna hijab. Lia membaca peluang usaha yang besar di saat ia ingin membuka salon. Mengingat di Jakarta, belum banyak salon yang khusus untuk para oerempuan berhijab. Tercetus dari kebutuhan dirinya maka ia membuka salon yang nyaman untuk perempuan dan para pengguna hijab.

lia juga mengaku jika berkat produk-produk yang baik serta edukasi tanpa henti dari L’Oreal, maka bisnisnya juga semakin berkembang, membuat sumber daya yang dimiliki semakin kreatif dan pintar, konsumen yang melakukan perawatan juga merasa nyaman dan bahagia.

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel