Optimisme Kuat Tercium di Markas Biden, Tim Trump Siapkan Gugatan

Ezra Sihite
·Bacaan 2 menit

VIVA Persaingan antara Joe Biden dan Donald Trump kian ketat. Sekalipun negara-negara bagian kunci seluruhnya belum selesai dihitung namun hingga Rabu, 4 November 2020, Joe Biden dari Demokrat memimpin perolehan suara elektoral sebanyak 253 sementara Donald Trump di angka 214 sebagaimana dikutip dari The Washington Post. Diketahui butuh 270 suara elektoral untuk mendapatkan posisi Presiden AS.

Tensi politik di AS terasa makin memanas. Sekalipun belum ada alasan kuat memastikan salah satu kandidat yang akan menangkan Pilpres 2020 ini. Namun dilaporkan semangat optimisme makin berkobar di markas-markas pemenangan Biden. Sementara tim kampanye Donald Trump dilaporkan sudah sedang mempersiapkan gugatan hukum.

Setidaknya sebagaimana dilansir BBC, tim kampanye Trump menyiapkan gugatan hukum di 2 negara bagian. Sebelumnya tim kampanye Trump juga merasa tak puas dengan hasil di Wisconsin yang memenangkan Joe Biden. Tak hanay Wisconson yang punya 10 suara elektoral, Michigan juga dilaporkan jatuh ke tangan Biden dan Harris.

Padahal pada Pemilu 2016 lalu, Trump menang di Wisconsin. Tim Trump karena itu sudah menyuarakan penghitungan ulang di Wisconsin. Sementara Mahkamah Agung (MA) AS menyatakan tidak akan memberikan pernnyataan dan menanggapi apa pun karena kembaga itu menunggu semua suara baik popular votes maupun electoral votes rampung dihitung.

Sebelumnya Joe Biden mengatakan semakin jelas bahwa dia kini makin cukup banyak punya peluang untuk segera memenangkan electoral votes atau suara elektoral di Pemilu AS.

Begitu suara selesai dihitung kita yakin kita jadi pemenang," kata Joe Biden dalam sebuah pernyataan singkat tak lama setelah Biden-Harris diproyeksikan memenangkan Michighan.

Sementara Trump lebih awal sempat melakukan klaim menang karena merasa menguasai di negara bagian kunci.

Tingkah Trump itu kemudian menuai reaksi dan kecaman. Analis politik dan sejumlah warga AS menilai tak ada alasan bagi Trump mengklaim menang sekaligus menuding penghitungan suara di AS tidak dilakukan dengan fair. Hingga saat ini dilaporkan penghitungan di negara-negara bagian AS hampir tanpa hambatan berarti. Trump karena itu diminta sejumlah pihak untuk tetap memegang etika dan aturan.