Orang BAIK Tuntun Pesakitan KPK Jalani Ibadah Ramadan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Petugas Rumah Tahanan (Rutan) Klas 1 Cipinang cabang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka keleluasaan besar para tahanan menjalani ibadahnya selama bulan Ramadan.

KPK selaku pengelola Rutan memberikan akses serta fasilitas bagi mereka yang hendak memperbanyak amal ibadah selama bulan penuh rahmat tersebut.

Informasi yang dihimpun, para penghuni Rutan KPK yang beragama islam yakni, Rusli Zainal, Amran Batalipu, Deddy Kusdinar, Ahmad Fathanah, Herry Nurhayat, Ratna Dewi Umar, serta Neneng Sri Wahyuni.

Sementara penghuni Rutan KPK yang berada di Pomdam Guntur Jaya yaitu, Djoko Susilo, Lutfhi Hasan Ishaaq, Zaryana Rait, Setyabudi Tedjocahyono, Mohamad Dian Irawan Nuqshira, Dendy Prasetya, Zulkarnaen Djabar, dan Hidayat Batubara.

Aktifitas pun meningkat pada bulan Ramadan ini. Mereka kerap bertadarus di dalam sel, santap saur dan buka puasa bersama, dan solat tarawih 11 rakaat berjamaah. Namun, di awal bulan puasa, salat teraweh mereka masih diimami orang 'BAIK'.

'BAIK' merupakan kepanjangan dari Badan, Amal Infaq KPK. Wadah 'Baik' tersebut memang mengayomi kegiatan sosial dan keagamaan KPK. Secara struktural BAIK ada di bawah Kesekjenan KPK.

"Tetapi Aktivitasnya masih tetap di lingkungan rutan," kata Kepala Rutan KPK, Arifudin, Kamis (11/7/2013).

"Untuk sholat tarawih bagi tahanan di Guntur dilaksanakan di masjid Rutan Guntur dan untuk tahanan di gedung KPK dilaksanakan di mushola yang sudah disiapkan. Para tahanan juga banyak yang melakukan tadarus alqur'an di kamarnya masing-masing," ujar Arifudin.

Untuk sahur, kata Arifudin, pengelola Rutan menyediakan makanan sahur dan buka puasa untuk para tahanan. Sementara untuk tahanan non muslim, porsi makan mereka tetap tiga kali, yakni, sarapan, makan siang, dan makan malam.

"Untuk makan sahur & buka dilaksanakan di kamar masing-masing," jelasnya.

Sejauh ini, lanjut Arifudin, belum ada orang luar yang memberikan tausyiah (ceramah) untuk para tahanan.

"Tapi kami juga memberikan kesempatan bagi tahanan untuk memberikan tausyiah gunanya untuk mengingatkan dirinya sendiri maupun tahanan lainnya," ujarnya.

Arifudin pada kesempatan ini menyampaikan bahwa pihaknya tak melarang para tahanan menerima makanan untuk saur dan berbuka dari keluarga atau kerabatnya. Namun, tetap, kata Arifudin, makanan itu harus diberikan pada jam besuk.

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.