Orang Indonesia Kedua Paling Banyak Unduh TikTok per Juli 2020

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - TikTok menjadi aplikasi kategori selain gim paling banyak diunduh di seluruh dunia per Juli 2020.

Aplikasi di bawah naungan Bytedance itu, menurut laporan perusahaan riset pasar aplikasi mobile Sensor Tower, mengantongi lebih dari 65,2 juta unduhan, yang setara dengan 21,4 persen peningkatan dari periode yang sama pada tahun sebelumnya.

"Negara-negara dengan pemasangan aplikasi TikTok terbanyak selama periode ini adalah pengguna berbasis di Amerika Serikat dengan 9,7 persen dan Indonesia dengan 8,5 persen," ujar Julia Chan, Mobile Insights Analyst dikutip dari keterangan resmi perusahaan.

Dalam laporan 10 besar aplikasi kategori non gim di seluruh dunia per Juli 2020 tersebut, Facebook menempati posisi kedua dengan lebih dari 53,6 juta unduhan.

"Negara-negara dengan jumlah pemasangan Facebook terbesar adalah India dengan 23,1 persen, diikuti oleh Indonesia dengan 9,1 persen," tutur Julia.

Di posisi ketiga, keempat dan kelima ada ZOOM, Instagram, dan WhatsApp sebagai aplikasi kategori non gim paling banyak dipasang di seluruh dunia pada bulan tersebut.

Adapun posisi keenam hingga kesepuluh diisi oleh Messenger, Google Meet, Snack Video, Likee, dan Instagram.

Instagram Reels Resmi Hadir, TikTok Punya Kompetitor Baru

Layanan mirip TikTok milik Instagram, Reels, diuji coba di India usai pemblokiran TikTok (Foto: Instagram)
Layanan mirip TikTok milik Instagram, Reels, diuji coba di India usai pemblokiran TikTok (Foto: Instagram)

Sebelumnya Instagram Reels resmi hadir pada Rabu (5/8/2020). Menurut keterangan resmi perusahaan, Instagram Reels memungkinkan pengguna untuk membuat video berdurasi 15 detik dengan tambahan efek audio dan visual, yang dapat dibagikan di Instagram.

Bisa dibilang, kehadiran Instagram Reels membuat TikTok mempunyai kompetitor baru karena kemiripannya.

Pengguna dapat membuat Reels di bagian bawah kamera Instagram. Di sana pengguna akan mendapati beberapa menu untuk menambah efek audio, efek AR, timer, kecepatan video, dan lain-lain. Mereka yang merupakan pengguna TikTok pasti familiar dengan menu-menu tersebut.

Untuk efek audio, Instagram menyediakan perpustakaan musik. Namun pengguna juga dapat memakai audio sendiri dengan merekamnya.

Nah, audio di Reels yang pengguna buat sendiri kelak dapat dipakai oleh pengguna lainnya bila ia menyetel akunnya sebagai akun publik.

Namun bila akun disetel privat, audio Reels itu tidak akan tersedia dan tidak dapat dipakai oleh pengguna lain, serta Reels itu tidak akan dapat dibagikan dengan mereka yang tidak ada di daftar followers si pemilik Reels.

Hadir di Feed dan Story

Sama seperti video Instagram biasa, pengguna dapat menambahkan caption, tagar, menandai teman di Reels yang dibagikan. Pengguna juga dapat mengganti gambar kover dar Reels tersebut.

Ketika pengguna membagikan Reels, ia akan ada di tab Reels di profilnya dan di situ pula orang-orang dapat menemukan Reels tersebut. Reels juga juga dapat dibagikan ke Feed dan muncul di grid utama pengguna.

Terlepas dari setelan akun privat atau publik, pengguna juga dapat membagikan Reels ke Story, ke teman dekat, atau mengirimnya lewat Direct Message. Nah, dalam hal ini Reels akan menghilang setelah 24 jam sama seperti Story biasa.

Untuk saat ini, Reels sudah tersedia di 50 negara.