Orang Indonesia Suka Melancong ke Luar Negeri, Pemasukan Negara Raib Rp 150 Triliun

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menceritakan, sektor pariwisata dalam negeri kehilangan pendapatan Rp 150 triliun per tahun. Ini akibat banyak wisatawan lokal yang lebih gemar berpergian ke luar negeri dibanding bertamasya di Indonesia.

Sandi mengatakan, wisatawan Nusantara selama ini belum banyak tersentuh. Oleh karenanya, ia ingim menjadikan destinasi wisata super prioritas jadi tempat wisata pilihan bagi masyarakat Indonesia.

Dia pun ingin agar setidaknya 20-30 persen pengeluaran wisatawan lokal di luar negeri bisa beralih untuk sektor pariwisata domestik.

"Jadi ada Rp 105 triliun yang keluar dari indonesia karena kita asik berlibur di negara favorit. Kalau kita alihkan 20-30 persen saja itu bisa capai Rp 50 triliun," jelasnya dalam sesi webinar, Kamis (28/1/2021).

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini menilai, Indonesia sebenarnya menawarkan destinasi wisata yang menakjubkan. Seperti Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur yang kini digaungkan pemerintah sebagai salah satu destinasi wisata super prioritas.

"Maupun di Sulawesi Selatan punya banyak sekali destinasi. Pulau Selayar sampai Toraja, banyak sekali peluang-peluang. Saya melihat ekosistem ini harus dibangun," kata Sandi.

Dia pun berikhtiar agar pasca pandemi Covid-19, tepatnya di 2022 Indonesia bisa jadi salah satu lokasi wisata favorit di kawasan Asia Tenggara.

"Dan kita canangkan di tahun selanjutnya menjadi destinasi wisata pilihan di Asia Tenggara. Maka 2021 saya sebut sebagai tahun pemulihan mengawali kebangkitan," ujar Sandi.

3 Jurus Andalan Sandiaga Uno Tarik Wisatawan Masuk Indonesia

Menparekraf Sandiaga Uno saat rapat virtual dengan para kepala dinas membahas pariwisata dan ekonomi kreatif (dok.instagram/@sandiuno/https://www.instagram.com/p/CJQlqwgB7xj/Komarudin)
Menparekraf Sandiaga Uno saat rapat virtual dengan para kepala dinas membahas pariwisata dan ekonomi kreatif (dok.instagram/@sandiuno/https://www.instagram.com/p/CJQlqwgB7xj/Komarudin)

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno telah menyiapkan tiga strategi untuk menarik lebih banyak wisatawan masuk ke Indonesia tahun ini. Tiga strategi tersebut antara lain inovasi, adaptasi dan kolaborasi.

"Tiga platform Kemenparekraf yaitu akan menitik beratkan pada inovasi, adaptasi dan kolaborasi. Inovasi, kita akan menyelesaikan persoalan dengan solusi dan alternatif baru," ujar Sandiaga saat rapat dengan DPR, Jakarta, Kamis (14/1/2021).

Kedua, adaptasi. Di mana industri pariwisata akan diarahkan untuk bisa bertahan dalam segala kondisi termasuk di tengah kondisi pandemi saat ini. Lalu, kolaborasi di mana Kemenparekraf akan menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dengan bekerjasama dengan sinergi untuk mencapai pertumbuhan yang maksimal.

"Untuk menerapkan upaya tersebut kita akan sampaikan strategi inovasi. Ini upaya mendasar mulai dari kebersihan toilet, hotel program destinasi super prioritas. Desa wisata ini kita perbaiki produk ekraf nya, kuliner, kriya. Mulai dari busana tarian sampai infratruktur dan interkoneksi," jelasnya.

Sandiaga Uno menjelaskan, untuk kolaborasi pihaknya akan bekerjasama dengan semua pihak. Nantinya akan terus digencarkan kampanye 3G, 4K dan 5 Destinasi Super Prioritas.

"Kolaborasi saya rasa, kita yakin kolaborasi khususnya pentahelix melibatkan semua pihak. Ini sangat dibutuhkan semua pelaksaan program tersebut akan dengan semangat 3G, 4K, 5 Destinasi. 3G Gercep gerak cepat, geber gerak bersama, gaspol garap semua potensi lapangan kerja. 4K kebersihan, kesehatan, keselamatan, keberlanjutan lingkungan," tandasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: