Orang-Orang Terkaya Dunia Danai Pencarian Harta Karun Besar-besaran di Greenland

Merdeka.com - Merdeka.com - Sejumlah orang terkaya di dunia mendanai perburuan harta karun besar-besaran, lengkap dengan helikopter dan pemancar, di pantai barat Greenland.

Dikutip dari CNN, Kamis (11/8), krisis iklim membuat Greenland mencair dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang dalam ironi justru menciptakan peluang bagi investor dan perusahaan pertambangan untuk mencari harta karun mineral penting yang mampu menggerakkan transisi energi hijau.

Sekelompok miliarder, termasuk Jeff Bezos, Michael Bloomberg dan Bill Gates, antara lain, bertaruh di bawah permukaan bukit dan lembah di Pulau Disko Greenland dan Semenanjung Nuussuaq ada cukup mineral penting untuk menggerakkan ratusan juta kendaraan listrik.

"Kami mencari deposit yang akan menjadi deposit nikel dan kobalt terbesar pertama atau kedua terbesar di dunia," kata Kurt House, CEO Kobold Metals kepada CNN.

Es yang menghilang di Arktik -- di darat dan di lautan -- menyoroti dikotomi unik: Greenland adalah titik nol dampak perubahan iklim, tetapi juga bisa menjadi titik nol untuk sumber logam yang dibutuhkan untuk memberi daya pada solusi dari krisis yang terjadi.

Klub para miliarder secara finansial mendukung Kobold Metals, sebuah perusahaan eksplorasi mineral dan rintisan yang berbasis di California. Bezos, Bloomberg, dan Gates tidak menanggapi permintaan CNN untuk mengomentari kabar ini.

Kobold bermitra dengan Bluejay Mining untuk menemukan logam langka dan berharga di Greenland yang diperlukan untuk membangun kendaraan listrik serta baterai besar untuk menyimpan energi terbarukan.

Tiga puluh ahli geologi, ahli geofisika, juru masak, pilot, dan mekanik berkemah di lokasi tempat Kobold dan Blujay mencari harta karun yang terkubur.

Para kru mengambil sampel tanah, menerbangkan drone, dan helikopter dengan pemancar untuk mengukur medan elektromagnetik di bawah permukaan dan memetakan lapisan batuan di bawahnya. Mereka menggunakan kecerdasan buatan untuk menganalisis data untuk menentukan dengan tepat di mana harus mengebor pada awal musim panas mendatang.

"Merupakan perhatian untuk menyaksikan konsekuensi dan dampak dari perubahan iklim di Greenland," kata CEO Bluejay Mining Bo Møller Stensgaard kepada CNN.

"Tapi, secara umum perubahan iklim membuat eksplorasi dan penambangan di Greenland lebih mudah dan lebih mudah diakses."

Stensgaard mengatakan karena perubahan iklim membuat periode bebas es di laut lebih lama, tim dapat mengirimkan alat berat dan mengirimkan logam ke pasar global dengan lebih mudah.

Es daratan yang mencair memperlihatkan daratan yang telah terkubur di bawah es selama berabad-abad hingga ribuan tahun -- tetapi sekarang bisa menjadi situs potensial untuk eksplorasi mineral.

"Seiring tren ini berlanjut hingga masa depan, tidak diragukan lagi akan ada lebih banyak lahan yang dapat diakses dan sebagian dari lahan ini mungkin memiliki potensi untuk pengembangan mineral," kata Mike Sfraga, ketua Komisi Riset Arktik AS kepada CNN.

Greenland bisa menjadi pusat sumber batu bara, tembaga, emas, elemen tanah jarang dan seng, menurut Survei Geologi Denmark dan Greenland.

Pemerintah Greenland telah melakukan beberapa "penilaian sumber daya di seluruh tanah bebas es" dan pemerintah "mengakui potensi negara untuk mendiversifikasi ekonomi nasional melalui ekstraksi mineral."

Sfraga mengatakan sikap pro-pertambangan bukannya tanpa memperhatikan lingkungan, yang merupakan pusat budaya dan mata pencaharian Greenland.

"Pemerintah Greenland mendukung pengembangan sumber daya alam mereka yang bertanggung jawab, berkelanjutan, dan layak secara ekonomi untuk mencakup penambangan berbagai mineral," kata Sfraga.

Sementara itu, es yang menghilang di Greenland -- yang membuat permukaan laut lebih tinggi -- menjadi perhatian besar bagi para ilmuwan yang mempelajari Arktik.

"Kekhawatiran besar terhadap es laut Arktik adalah es yang telah menghilang selama beberapa dekade terakhir, diprediksi berpotensi menghilang dalam 20-30 tahun," kata Nathan Kurtz, seorang ilmuwan NASA yang mempelajari es laut.
"Pada musim gugur, yang dulunya merupakan lapisan es Artik sepanjang tahun, sekarang hanya akan menjadi lapisan es musiman."

Reporter: Gracia Irene [pan]