Orang Stress Ikut Rapat di Markas Faisal-Biem

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua petugas keamanan sejak sebulan lalu muncul mengamati setiap orang yang datang ke Rumah Independen, markas besar pasangan Faisal Basrie-Biem Benyamin di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Petugas keamanan itu memang tak mengganggu para pengunjung Rumah Independen. Mereka pun tampil ramah dan kerap menyapa tamu. Tapi kehadiran keduanya tetap saja mengundang pertanyaan karena sebelumnya rumah yang menjadi pos koordinasi pusat pasangan jalur independen itu tak berpenjaga.

Selidiki punya selidik, kehadiran dua petugas keamanan itu lantaran kejadian unik sebulan yang lalu. Waktu itu di Rumah Independen tiba-tiba hadir seseorang tak dikenal yang datang bergabung dengan tim sukses Faisal-Biem.

Masalahnya, orang itu tak berbuat apa-apa. Dia hanya diam, tak berbicara apapun. Ketika anggota tim sukses masih bertanya-tanya soal identitasnya, orang misterus itu hadir pada rapat-rapat tim. Sesudah rapat tanpa berbicara apa-apa orang itu berlalu meninggalkan Rumah Independen.

"Ada orang yang cuma diam aja datang ke sini. Seperti orang stress, tapi kok ikut rapat tim. Semua teman tidak ada yang kenal. Kalau rapat cuma mendengarkan lalu pergi. Mengantisipasi yang tidak-tidak, kita pakai keamanan saja," kata anggota tim sukses Faisal-Biem, Azman Muchtar ketika ditemui Tribun Jakarta di Tebet.

Terlepas dari kehadiran orang aneh itu, Rumah Independen yang saat ini dijaga petugas keamanan sebetulnya bebas didatangi siapa saja. Anggota tim sukses, relawan, wartawan, warga yang ingin menyampaikan keluhan soal layanan publik Ibukota, sampai orang yang sekedar ingin mencari informasi soal Faisal-Biem dipersilahkan berkunjung ke Rumah Independen.

Anggota tim sukses, Azwar Zulkarnain, menegaskan rumah tersebut terbuka untuk umum. Warga yang ingin berkeluh kesah atau memberi dukungan bagi Faisal-Biem dapat mendatangi tempat tersebut. Menurut Azwar, warga yang datang ke Rumah Independen kebanyakan mengeluh mengenai layanan kesehatan, seperti cara mendapatkan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) yang susah didapat.

Faisal-Biem memang sengaja memfungsikan rumah tersebut sebagai tempat pertemuan dengan media, bertemu warga, rapat koordinasi dan strategi.

Relawan datang ke rumah ini untuk melaporkan perkembangan dukungan. Di Rumah independen terdapat berbagai tim yang menyokong aktivitas Faisal-Biem antara lain tim media, jaringan relawan, legal, kesekretariatan dan logistik. Sebanyak 50 orang bertugas sehari-hari di tempat tersebut.
Interior di dalam rumah didominasi poster kegiatan Faisal Basri serta artikel-artikel yang dimuat di media. Spanduk ukuran besar terbentang di halaman belakang rumah yang disulap menjadi ruang pertemuan dengan relawan. (FERDINAND WASKITA)

*Silakan baca edisi selengkapnya dengan mengklik Tribun Jakarta Digital Newspaper

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.