Orang Terkaya Ukraina Janji Bangun Kembali Kota Mariupol yang Hancur Dikepung Rusia

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Orang terkaya Ukraina berjanji membantu membangun kembali kota Mariupol yang terkepung, tempat yang sangat dekat dengan hatinya di mana dua dia memiliki dua pabrik baja yang dia sebut sekali lagi akan bersaing secara global.

Rinat Akhmetov pernah melihat kerajaan bisnisnya hancur karena delapan tahun pertempuran di timur Ukraina. Tetapi saat ini dia yakin apa yang dia sebut "prajurit pemberani kami" akan mempertahankan kota Laut Azov yang kini menjadi rata dengan tanah karena gempuran Rusia selama tujuh minggu.

"Mariupol adalah tragedi global dan contoh heroisme dunia. Bagi saya, Mariupol menjadi dan akan selalu menjadi kota Ukraina," jelasnya dalam jawaban tertulis untuk pertanyaan yang dikirim Reuters.

"Saya yakin bahwa tentara pemberani kami akan mempertahankan kota itu, walaupun saya paham betapa sulit dan alot bagi mereka," lanjutnya, dikutip dari CNN, Minggu (17/4).

Akhmetov adalah pemilik perusahaan Metinvest, pabrik baja terbesar Ukraina. Dia juga memiliki perusahaan keuangan dan industri, SCM Group.

Dia mengatakan tetap berhubungan setiap hari dengan manajer Metinvest yang bertugas di pabrik Pabrik Baja dan Besi Azovstal dan Illich di Mariupol.

Pada Jumat, Metinvest mengatakan tidak akan pernah beroperasi di bawah pendudukan Rusia dan pengepungan Mariupol telah melumpuhkan lebih dari sepertiga kapasitas produksi metalurgi Ukraina.

Akhmetov memuji "semangat dan profesionalisme" Presiden Ukraina Volodymyr Zelenksiy selama masa perang ini, padahal tahun lalu Zelenskiy menuding ada pihak yang ingin menggulingkan pemerintahannya dan berusaha melibatkan para pengusaha.

Saat itu Akhmetov menyebut tudingan itu "mutlak sebuah kebohongan".

"Dan perang tentu bukan waktunya untuk berselisih. Kami akan membangun kembali seluruh Ukraina," jelasnya, menambahkan bahwa dia kembali ke negara itu pada 23 Februari dan berada di sana sejak saat itu.

"Ambisi saya adalah kembali ke Mariupol Ukraina dan mengimplementasikan rencana (produksi baru) kami sehingga Mariupol penghasil baja bisa bersaing di pasar global seperti sebelumnya," jelasnya.

Marshall Plan untuk Ukraina

Akhmetov, orang terkaya Ukraina sejak lama, melihat kerajaan bisnisnya menyusut sejak 2014, ketika Rusia mencaplok Krimea dan dua wilayah Ukraina; Donetsk dan Luhansk - yang memerdekakan diri dari Kiev.

Menurut majalah Forbes, nilai kekayannya pada 2013 mencapai USD 15,4 miliar. Saat ini nilai kekayaannya turun menjadi USD 3,9 miliar.

"Bagi kami, perang pecah pada 2014. Kami kehilangan semua aset kami baik di Krimea dan di Donbas, wilayah yang diduduki sementara. Kami kehilangan usaha-usaha kami, tapi itu membuat kami lebih tangguh dan kuat," jelasnya.

"Saya percaya diri bahwa, sebagai perusahaan swasta terbesar negara ini, SCM akan memainkan perang penting dalam rekonstruksi pascaperang Ukraina," terangnya, mengutip pejabat yang mengatakan kerusakan akibat perang mencapai USD 1 triliun.

"Kami pastinya akan membutuhkan program rekonstruksi internasional yang belum pernah terjadi sebelumnya, sebuah Marshall Plan untuk Ukraina," ujarnya, mengacu pada proyek bantuan AS yang membantu membangun kembali Eropa Barat setelah Perang Dunia II.

"Saya percaya bahwa kami semua akan membangun kembali Ukraina yang bebas, Eropa, demokratis, dan sukses setelah kemenangan kami dalam perang ini," pungkasnya. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel