Orang tua bayi Dera takut digugat RS Zahira

MERDEKA.COM. Orang tua bayi Dera, Elyas Setyonugroho dan Lisa Darawati, tiba-tiba saja menutup diri. Rupanya keduanya merasa ketakutan. Apa yang membuat hati Elyas dan Lisa gusar?

Menurut Ketua Satuan Petugas Perlindungan Anak dari KPAI, Muhammad Ichsan, keduanya takut dituntut pihak Rumah Sakit Zahira, Jakarta Selatan, tempat Dera dilahirkan. Karena saat itu, sebenarnya pihak rumah sakit sempat menawarkan Dera untuk dirujuk ke rumah sakit yang menyediakan alat NICU. Dengan catatan rumah sakit rujukan adalah rumah sakit swasta dan keduanya dia minta memberi uang muka Rp 10 juta.

"Jadi (takut) karena surat menolak rujukan. Orang tua ini menolak dengan menandatangani surat tersebut, sebab kalau mau rujuk harus bayar uang Rp 10 juta dan RS Zahira itu merujuk ke rumah sakit swasta. Mereka hanya takut terjadi tuntutan balik," cerita M Ichsan usai mengunjungi rumah Dera di Jl Jati Padang Baru, Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (19/2).

Ichsan mengatakan, sejak semalam Elias dan Dera takut keluar rumah dan bertemu orang. Apalagi kalau ada yang meminta keduanya menceritakan kembali kronologi kejadian itu.

"Cuma takut aja, padahal nggak apa-apa. Cuma dia takut karena sejak kemarin kan ketemu dengan wartawan dan dia nggak ngerti apa isi surat yang ditandatanganinya waktu itu," tambahnya.

Ditemui di tempat yang sama, Herman, kakek Dera, menegaskan keluarga sudah iklas dan tidak akan menuntut rumah sakit mana pun. Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah kesehatan cucunya Dara, kembaran Dera.

"Saya tidak menuntut, saya iklas sama sekali. Saya fokus dengan cucu saya dan menantu saya sehat," ujar Herman.

Baca juga:
Usai tanda tangani surat dari RS, orangtua Dera jadi tertutup
Menkes: RSCM tak bedakan bayi Dera dan cucu SBY
KPAI: Kangen, ibu & bayi Dara akan disatukan di RS Pasar Rebo
Antisipasi kasus Dera, pemerintah akan berdayakan puskesmas

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.