Orang tua di AS dalam kasus hoaks aneh 'bocah balon' diberi pengampunan

·Bacaan 2 menit

Los Angeles (AFP) - Dua orang tua Colorado dipenjara karena klaim bohong bahwa putra mereka yang berusia enam tahun, Falcon, lenyap melayang bersama balon buatan sendiri berbentuk seperti piring terbang telah diberi pengampunan oleh gubernur negara bagian di AS bagian barat itu.

Richard dan Mayumi Heene mengaku bersalah pada 2009 atas hoaks "bocah dalam balon" yang menjadi sensasi media di seluruh dunia di mana jutaan orang menonton secara langsung saat balon helium perak melayang di langit sejauh 110 kilometer.

Insiden Oktober 2009 itu berakhir setelah lima jam ketika balon yang sudah jatuh ke tanah itu diketahui ternyata kosong dan Falcon muncul dari sebuah tempat persembunyian di rumah keluarga.

Suami istri yang dituduh jaksa berencana memanfaatkan publisitas untuk membuat sebuah serial reality televisi itu pada Rabu diampuni oleh Gubernur Jared Polis.

"Sudah waktunya untuk tak lagi membiarkan catatan kriminal permanen dari saga anak balon ini mengikuti dan menyeret orang tua tersebut selama sisa hidup mereka," tulis Polis dalam satu pernyataan. Dia mengatakan orang tua itu "sudah menderita di mata publik."

Kecurigaan penegak hukum membesar ketika Falcon mengungkapkan dalam wawancara televisi CNN bahwa seluruh episode itu dilakukan "untuk pertunjukan".

Hoaks itu tampaknya dikonfirmasi dalam waktu 48 jam setelah wawancara tersebut ketika Mayumi Heene yang lahir di Jepang dilaporkan sangat emosional saat diinterogasi polisi.

Tetapi pengacara pasangan suami istri itu mengatakan kepada AFP Kamis bahwa mereka hanya mengaku bersalah demi mencegah sang istri dideportasi dan sungguh ketakutan putra mereka memang berada di atas balon tersebut.

"Mereka menyesal tidak memeriksa lebih teliti lagi semua ini, tapi itu pengakuan bersalah karena paksaan," kata David Lane. "Dan saya kira hal itu juga yang mempengaruhi gubernur."

Dia menambahkan: "Kini saya akhirnya bisa mengatakan bahwa insiden balon ini sudah berakhir."

Richard Heene yang sudah dijatuhi hukuman 90 hari karena berusaha mempengaruhi seorang abdi negara kini memiliki bisnis kecil dan telah berkontribusi kepada komunitasnya "dengan meneliti dan mendidik soal peristiwa cuaca ekstrem," tulis Polis.

Mayumi Heene yang dijatuhi hukuman 20 hari penjara karena laporan palsu kepada pihak berwenang, telah menjadi warga negara Amerika yang dinaturalisasi. Pasangan itu sekarang tinggal di Florida.

Falcon yang kini sudah remaja dna kemudian membentuk band heavy metal bersama saudara-saudaranya, Ryo dan Bradford, tengah merilis lagu berjudul "Balloon Boy, No Hoax" dan sebuah video berbiaya rendah yang menampilkan olok-olok piring terbang.

amz/acb