Orang Tua di Rusia Protes 'Death Note'  

TEMPO.CO, Tokyo-Anime, film dan segala bentuk cetakan serial "Death Note" mendapatkan protes dari sejumlah orang tua di kawasan Ural, Rusia. "Death Note" adalah manga karya Tsugumi Ohba dan seniman Takeshi Obata yang berkisah tentang daftar kematian seseorang yang dituangkan dalam sebuah catatan ajain.

Menurut situs japantoday, serial dengan tokoh utama mahasiswa bernama Light Yamagi ini telah menginspirasi bunuh diri remaja putri Rusia berusia 15 tahun. Pada 20 Februari 2013, seorang dara memutuskan bunuh diri dengan meloncat dari lantai 13 apartemennya.

Sebuah catatan ditemukan di kamar pribadinya. Isinya "Aku tidak bisa hidup lagi." Masih dalam kamar tersebut, ditemukan pula empat serial komik Death Note yang mengisahkan buku ajaib Yamagi yang memiliki kekuatan untuk membunuh orang hanya dengan menuliskan nama korban di buku tersebut.

Polisi masih mengusut dugaan hubungan kisah Death Note dangan kematian gadis yang berasal dari Yekaterinburg, Rusia. Meski penyelidikan belum tuntas, para orang tua di daerah setempat memulai kampanye pelarangan komik ini.

Mereka menyatakan bahwa isi komik bisa mempengaruhi pikiran anak dan menimbulkan keinginan bunuh diri di dalam otak anak-anak. Untuk melarang total, para orang tua ini mengirimkan surat terbuka ke Presiden Rusia Vladimir Putin.

Kasus pengaruh "Death Note" ini bukanlah kali pertama. Sebelumnya di Belgia, sebuah kelompok yang terlibat dalam tiga pembunuhan meninggalkan sebuah catatan yang terinspirasi dari manga ini. Di Amerika, komik ini juga mempengaruhi sejumlah siswa untuk membuat daftar teman-teman yang ingin mereka ganggu. Tren yang mirip juga terjadi di Cina, yang membuat serial ini dilarang di sejumlah negara.

DIANING SARI

Topik terhangat:

Gaya Sosialita | Susno Duadji | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional

Baca juga:

Gita Wirjawan-MS Hidayat Beraksi di Konser Jazz

Gita Wirjawan Fan Berat Idang Rasjidi

Ada Apa Antara Gita Wirjawan dan SM*SH?

Legenda Country, George Jones Dikabarkan Meninggal

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.