Orang tua diminta bangun komunikasi cegah anak jadi korban pelecehan

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi meminta para orang tua untuk membangun komunikasi yang baik dengan anak sebagai upaya mencegah anak menjadi korban pelecehan/kekerasan seksual.

"Perlunya dibangun komunikasi dalam keluarga melalui rapat keluarga, dialog keluarga. Ciptakan suasana dalam keluarga yang lebih ramah anak," kata pria yang karib disapa Kak Seto dalam webinar bertajuk "Digital Parenting: Keluarga Cerdas Berteknologi untuk Anak Terlindungi", yang diikuti di Jakarta, Rabu.

Kemudian orang tua harus mengenali perubahan-perubahan yang terjadi pada anak. Oleh karenanya penting bagi orang tua meluangkan waktu bersama anak sehingga orang tua bisa mengetahui apabila terjadi perubahan pada anak.

Pendidikan seksual yang tepat juga hendaknya diberikan kepada anak.

Baca juga: Kak Seto jenguk korban dugaan kekerasan orang tua di Bekasi

Baca juga: Kak Seto: Perlu desain perlindungan anak dari intoleransi

"Diajarkan sejak kecil mengenal organ tubuhnya, nama-nama (organ tubuh) yang jelas, menjaga kebersihan, kesehatan dan keamanannya. Setiap anak harus mengenal identitas seksualnya, sebagai laki-laki atau perempuan," katanya.

Orang tua juga sebaiknya memposisikan diri sebagai sahabat anak sehingga anak bisa nyaman untuk bercerita kepada orang tua.

Jika anak bercerita, orang tua harus mendengarkan dengan penuh perhatian.

Dia menambahkan orang tua tidak hanya dituntut menjadi sahabat anak, tetapi juga menjadi idola anak.

"Setiap ayah, ibu jadilah idola bagi anak-anaknya," katanya.

Dari data Komnas Perempuan, sepanjang 2015 - 2020, tercatat ada 51 laporan kekerasan seksual di lingkungan sekolah yakni di perguruan tinggi 27 persen, pesantren 19 persen, SMA/SMK 15 persen, SMP 7 persen dan TK/SD/SLB 3 persen.*

Baca juga: Kak Seto: HAN ingatkan pentingnya memperhatikan tumbuh kembang anak

Baca juga: Syarat "daycare" yang baik menurut Kak Seto

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel