Orang Tua Wajib Tahu, 5 Cara Atasi Stres pada Anak Selama Pandemi COVID-19 Versi WHO

·Bacaan 2 menit
Ilustrasi ayah dan anak. Credit: pexels.com/Tatiana
Ilustrasi ayah dan anak. Credit: pexels.com/Tatiana

Bola.com, Jakarta - Dengan kasus COVID-19 di seluruh dunia yang msih belum mereda, Anda beserta keluarga dihimbau untuk tetap berada di rumah. Pasalnya, COVID-19 tidak hanya bisa menjangkiti orang dewasa atau lansia, anak-anak juga bisa terpapar virus.

Hal ini dikarenakan mayoritas anak belum memiliki ketahanan tubuh yang kuat. Ketahanan tubuh mereka yang belum sempurna memiliki risiko besar terpapar COVID-19.

Untuk tetap berada di rumah, merupakan satu di antara upaya memutus rantai penyebaran COVID-19. Namun, selama melakukan berbagai aktivitas di rumah, Anda sekeluarga termasuk anak-anak mungkin akan dilanda kebosanan dan membuat stres.

Ada petunjuk praktis untuk menangkal terkena stres, yang bisa dipraktikkan tidak hanya untuk orang dewasa melainkan juga anak-anak. Anda bisa mengajak anak bermain dan santai bersama di sela rutinitas kegiatan belajar di rumah.

Apa lagi yang bisa dilakukan? Berikut cara mengatasi stres pada anak-anak selama pandemi COVID-19, dikutip dari laman WHO, Sabtu (14/11/2020).

Cara Atasi Stres pada Anak Selama Pandemi COVID-19

1. Anak-anak dapat merespons stres dengan berbagai cara, seperti menjadi cemas, menarik diri, marah atau gelisah.

Tanggapi reaksi anak Anda dengan cara yang mendukung, mendengarkan keprihatinan mereka dan memberi mereka cinta dan perhatian ekstra.

2. Anak-anak membutuhkan cinta dan perhatian orang dewasa selama masa-masa sulit. Beri mereka waktu dan perhatian ekstra. Ingat untuk mendengarkan anak-anak Anda, berbicaralah dengan baik dan meyakinkan mereka.

Jika memungkinkan, buat peluang untuk anak bermain dan santai.

3. Cobalah dan jaga anak-anak dekat dengan orang tua dan keluarga mereka, dan sebisa mungkin hindari memisahkan anak-anak dan pengasuh merek. Jika terjadi perpisahan, misal rawat inap, memastikan kontak teratur, bisa misal via telepon.

4. Ketika proses pembelajaran di sekolah sedang diliburkan, lakukan kegiatan sehari-hari seperti biasa atau buatlah pengalaman baru di rumah buat si kecil, seperti merasakan pembelajaran dari rumah, dan tambahkan waktu bermain serta luangkan waktu untuk bersantai.

5. Berikan fakta tentang apa yang terjadi, jelaskan apa yang terjadi terjadi sekarang, dan beri mereka informasi yang jelas tentang cara untuk mengurangi risiko terinfeksi oleh penyakit dengan kata-kata yang dapat mereka pahami, tergantung usia mereka.

Hal ini berguna untuk meyakinkan anggota keluarga dan memberikan informasi tentang apa yang sedang terjadi. Jika ada anggota keluarga yang mengalami gejala, sesegara mungkin periksakan ke tenaga medis, ini membuat mereka akan merasa lebih baik.

Sumber: WHO