Orangtua Perlu Tahu 5 Langkah Tangani Masalah Mental pada Anak

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami masalah mental. Menurut dr. M. Dejandra Rasnaya dari Klikdokter, sedikitnya ada 5 hal yang dapat dilakukan orangtua untuk menangani masalah mental anak.

Kelima hal tersebut yakni berbicara pada anak, tidak mengabaikan gejala yang terjadi, menjalin kerja sama dengan guru, mencari bantuan profesional, dan bersabar.

Bicara pada Anak

Gangguan mental pada anak berbeda dengan gangguan mental yang dialami orang dewasa. Dalam masalah ini, anak-anak cenderung tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya, kata Dejandra.

“Maka dari itu, saat menghadapi anak dengan gangguan mental, sebagai orangtua, Anda dituntut untuk dapat menjelaskan dan memberi pengertian pada anak tentang gangguan mental yang dialaminya.”

Ketika anak telah memahami kondisinya, maka ia akan lebih sadar apabila gejalanya muncul dan dapat mencari bantuan segera.

Tidak Mengabaikan Gejala yang Terjadi

Dengan bekal informasi yang sudah digali mengenai kondisi mental anak, orangtua dapat lebih mengetahui tanda dan gejalanya.

“Informasi ini dapat menjadi bekal Anda dalam menangani anak saat ia menunjukkan gejala.”

Anak dengan gangguan mental memerlukan perhatian khusus dari orangtua. Oleh karena itu, jangan anggap sepele jika gejalanya muncul, apalagi jika anak sudah dalam pengobatan, kata Dejandra.

Menjalin Kerja Sama dengan Guru

Anak dengan gangguan mental membutuhkan perhatian yang lebih dari orangtuanya. Meski demikian, orangtua tidak selalu bisa mendampingi anak 24 jam penuh.

“Maka dari itu, jika anak Anda sudah masuk usia sekolah, Anda dapat bekerja sama dengan guru untuk memantau perilaku anak Anda. Selain guru, pengasuh atau orangtua Anda juga bisa menjalankan peran ini.”

Mencari Bantuan Profesional

Mencari bantuan profesional seperti psikiater, dokter spesialis anak, atau psikolog menjadi langkah yang bijak untuk dilakukan. Hal ini dapat menjadi cara untuk mengatasi gangguan mental pada anak, lanjut Dejandra.

Cara ini menjadi penting karena gangguan mental dapat memburuk sewaktu-waktu sehingga menyebabkan anak berpikir untuk menyakiti orang atau dirinya sendiri.

Lebih lanjut, gangguan mental pada anak yang tidak ditangani dengan baik, akan meningkatkan risiko anak mengalami gangguan mental saat remaja dan dewasa. Anak pun berisiko mengalami ketergantungan alkohol dan penyalahgunaan narkoba.

Bersabar

Saat menghadapi anak dengan gangguan mental, sabar adalah kunci. Pasalnya, pengobatan dan terapi yang dijalankan anak membutuhkan waktu dan pemantauan lebih lanjut.

“Jadi, di tengah-tengah pengobatan yang dijalani, jangan melakukan hal-hal yang dapat memperburuk kondisi kesehatan mental anak hanya karena Anda panik dan terburu-buru,” tutupnya.

Infografis Tunjangan Khusus Penyandang Disabilitas di Jakarta

Infografis Tunjangan Khusus Penyandang Disabilitas di Jakarta. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Tunjangan Khusus Penyandang Disabilitas di Jakarta. (Liputan6.com/Abdillah)

Simak Video Berikut Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel