Orasi Ilmiah, Megawati: Kepemimpinan Strategik Tidak Hanya Diukur dari Keberhasilan Masa Lalu

·Bacaan 2 menit
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meresmikan Rumah Budaya PDIP. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Kelima Indonesia, Megawati Soekarnoputri menyatakan kepemimpinan strategik tidak diukur dari keberhasilan di masa lalu. Menurut dia, hal itu harus berkorelasi dengan masa kini, sekaligus melekat tanggung jawab untuk masa depan.

“Kepemimpinan strategik tidak hanya diukur dari keberhasilan kepemimpinan di masa lalu, namun juga berkorelasi dengan saat ini, dan melekat dengan tanggung jawab pemimpin bagi masa depan,” kata Megawati saat menyampaikan orasi ilmiah pengukuhan gelar profesor kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) Ilmu Pertahanan bidang Kepemimpinan Strategik dari Universitas Pertahanan (Unhan) RI, Jumat (11/6/2021).

Megawati menyatakan, kepemimpinan strategik adalah demi tanggung jawab bagi masa depan anak cucu bangsa. Dia meyakini, keberhasilan kepemimpinan strategik harus mampu menghadirkan keberhasilan yang linear di masa lalu, masa kini, dan keberhasilan di masa yang akan datang.

Megawati mengungkap, perspektif kekinian kepemimpinan strategik dihadapkan pada tiga perubahan besar yang mendisrupsi kehidupan manusia.

Dia merinci, pertama adalah perubahan pada tataran kosmik sebagai bauran kemajuan luar biasa ilmu fisika, biologi, matematika, dan kimia. Kedua, revolusi di bidang genetika dan ketiga adalah kemajuan di bidang teknologi realitas virtual.

"Ketiga perubahan di atas, hadir dalam realitas dunia yang masih diwarnai berbagai bentuk ketidakadilan akibat praktek “penjajahan gaya baru”, namun tetap pada esensi yang sama. Yakni perang hegemoni, perebutan sumber daya alam, dan perebutan pasar, diikuti daya rusak lingkungan yang semakin besar," Megawati menandasi

Dalam orasinya, Megawati juga bicara soal ancaman nyata global warming. Menurut dia, kepemimpinan strategik akan membantu mengatasi fenomena perubahan iklim ekstrem dapat diatasi.

"Perubahan iklim secara ekstrim juga menciptakan bencana lingkungan yang sangat dahsyat. Di sinilah kepemimpinan strategik harus memahami aspek geopolitik," kata Megawati.

Megawati pun mengutip sejumlah pakar mengenai teori kepemimpinan strategik, mulai dari Stephen Gerrard hingga pemikiran dari Olson dan Simmerson mengenai psikologi kognitif, system thinking, dan game theory. Megawati meyakini, apa yang disampaikan para pakar itu penting karena menjelaskan bagaimana kepemimpinan strategik bekerja.

"Kepemimpinan bukan hanya disebut sebagai suatu ilmu, tetapi juga sebuah seni karena sifatnya yang selalu ada dalam dialektika bersama dengan aktor-aktor lain,” jelas Megawati.

Miliki Cara Pandang Multi Dimensi

Megawati menyatakan, pemimpin harus memiliki kemampuan memahami sistem berperilaku, memiliki cara pandang multidimensional yang jernih untuk bisa menafsirkan interaksi dalam kerumitan realitas hingga kemampuan mengkalkulasi dengan cermat dengan setiap langkah dan pergerakan.

Menurut Megawati, kepemimpinan strategik memerlukan sense of direction, berupa keyakinan atas arah tujuan visi yang akan dicapai. Ia juga memerlukan sense of discovery guna menemukan gagasan terobosan, membuka ruang kreatif, ruang daya cipta sebagai esensi peningkatan taraf kebudayaan masyarakat.

"Kepemimpinan strategik mengkombinasi antara leadership, sense of direction, dan sense of discovery yang akan menentukan jalan perubahan," yakin dia.

Dia juga percaya, jalan perubahan itu adalah proses migrasi dari taraf sebelumnya, bergerak progresif dalam peningkatan kemajuan, dengan meminimalkan dampak, meminimalkan proses trial and error atau proses berkemajuan yang berwatak progresif, berkelanjutan, namun bersifat sistemik sekaligus transformasional dan kontekstual.

“Kristalisasi perubahan Strategik tersebut pada akhirnya diharapkan dapat menjadi kultur Strategik atau strategic culture yang menjadi profil identitas budaya dan karakter Bangsa," dia menandasi.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel