Organda Keluhkan Harga BBM Pertalite di Sulawesi Naik, Ini Penjelasan Pertamina

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina (Persero) buka suara terkait kabar kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertalite. Kenaikan harga ini sebelumnya dikeluhkan oleh Organisasi Angkutan Darat (Organda) di Makasar, Sulawesi Selatan.

Corsec Subholding Commercial And Trading Pertamina Irto Ginting menjelaskan, harga BBM Pertalite di Makasar saat ini merupakan harga normal yakni berada di Rp7.850 per liter. Adapun harga diberikan sebelumnya merupakan harga diskon kepada konsumen. Sementara, diskon tersebut sudah berakhir.

"Kalau dari saya ini bukan kenaikan/penurunan harga. Program tersebut sudah dimulai awal tahun 2021 dan sudah diinfokan di awal bahwa ini adalah program promo, bukan kenaikan/subsidi harga. Program promo pasti ada masa berlakunya yang pasti berakhir," kata dia saat dihubungi merdeka.com, Jumat (5/11).

Dihubungi terpisah, Unit Manager Communication, Relation dan CSR PT Pertamina, Marketing Operation Region (MOR) VII, Laode Syarifuddin Mursali menjelaskan hal yang sama. Dia mengatakan, sejak awal pihaknya memberikan harga diskon kepada konsumen untuk kendaraan roda dua dan empat yang menggunakan BBM jenis Pertalite. Di mana diskon diberikan mencapai Rp.1500 dari harga asli Rp.7.850 per liter.

"Tidak ada kenaikan. Itu harga diskon. Sekarang harganya sama tetap di Rp7.850 per liter," ucapnya.

Pjs Senior Vice President Corporate Communication & Investor Relations Pertamina, Fajriyah Usman pun memastikan bahwa tidak ada kenaikan terjadi pada BBM jenis Pertalite. "Pertalite gak naik," ujarnya melalui pesan singkat.

Berdasarkan pantauan merdeka.com, di laman website Pertamina masih belum mengalami perubahan. Adapun rincian harga BBM di sejumlah daerah di Sumatera, Jawa, dan Bali di antaranya:

Nanggroe Aceh Darussalam Pertalite per liter Rp7.650, sementara Pertamax Rp9.000. Sumatera Utara, Pertalite Rp7.850, Pertamax Rp9.200. Sumatera Barat Pertalite Rp7.850 dan Pertamax Rp 9.200. Riau Pertalite Rp 7.650 dan Pertamax Rp9.400.

Kemudian, Kodya Batam (FTZ) Pertalite Rp8.000 dan Pertamax Rp9.400. Jambi Pertalite Rp7.850, Pertamax Rp9.200. Bengkulu, Pertalite Rp8.000, Pertamax Rp9.400. Sumatera Selatan, Pertalite Rp7.850, Pertamax Rp9.200. Bangka-Belitung, Pertalite Rp 7.850, Pertamax Rp9.200. Lampung Pertalite Rp7.850, Pertamax Rp9.200.

DKI Jakarta, Pertalite Rp 7.650, Pertamax Rp 9.000. Banten Pertalite Rp7.650 dan Pertamax Rp9.000. Jawa Barat Pertalite Rp7.650, Pertamax Rp9.000. Jawa Tengah Pertalite Rp7.650, Pertamax Rp 9.000.

Kemudian, DI Yogyakarta Pertalite Rp7.650 dan Pertamax Rp9.000. Jawa Timur Pertalite Rp 7.650, Pertamax Rp9.000. Untuk daerah Bali, Pertalite Rp7.650 dan Pertamax Rp9.000.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Organda Keluhkan Harga BBM Pertalite Diam-Diam Naik

Papan petunjuk BBM yang berada di SPBU, Jakarta, Kamis (5/1). Penetapan harga BBM Umum jenis Pertamax, Pertamax Plus, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite dan Pertalite merupakan kebijakan korporasi Pertamina. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Papan petunjuk BBM yang berada di SPBU, Jakarta, Kamis (5/1). Penetapan harga BBM Umum jenis Pertamax, Pertamax Plus, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite dan Pertalite merupakan kebijakan korporasi Pertamina. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Organisasi Angkatan Darat (Organda) di Makasar, Sulawesi Selatan mengeluhkan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertalite. Sebab, BBM jenis ini sudah digunakan supir angkutan umum untuk menarik penumpang karena BBM Premium bersubsidi sangat sulit didapatkan.

"Tentunya ini akan semakin menyulitkan rakyat, utamanya teman-teman supir angkot. Pemerintah mesti paham kondisi sekarang ini semua serba sulit di tengah pandemi Covid-19," ujar Ketua Organda Makassar, Zainal Abidin dikutip dari Antara, Kamis (4/11).

Menurut dia, awalnya harga BBM jenis Pertalite telah disamakan dengan harga Premium Rp6.450 agar masyarakat bisa beralih ke BBM berkualitas. Hal itu sejalan dengan program Langit Biru oleh Pertamina atas kebijakan pemerintah pusat.

Alasannya, menjaga lingkungan dari polusi udara karena dampak timbal sekaligus upaya promosi Pertamina untuk mendorong masyarakat meninggalkan BBM jenis premium.

Namun belakangan, secara perlahan-lahan Premium mulai langka ditemukan begitupun harga Pertalite diam-diam dinaikkan dengan dalih normalisasi dimulai harga Rp7.250 dan kemudian naik lagi per tanggal 1 November 2021 menjadi Rp7.850 per liter.

Pihaknya pun sempat mempertanyakan perihal kenaikan itu dan untuk promosi satu harga sampai kapan berlangsung, namun tidak mendapat jawaban dari pihak Pertamina setempat, bahkan kenaikan terus berubah-ubah.

"Informasi kami terima dari pemilik trasportasi, supir angkot hingga operator harga Pertalite sudah naik Rp7.850 ribu per liter per 1 November," katanya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel