Organda Kudus: Sudah Ada Pengusaha Transportasi yang Gulung Tikar

·Bacaan 1 menit

VIVA – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berharap pemerintah memberikan perhatian kepada para pengusaha transportasi yang sangat terdampak pandemi dengan memberikan relaksasi bunga pinjaman atau bantuan lain bagi para pekerja di sektor transportasi.

"Sampai saat ini sudah ada pengusaha transportasi yang gulung tikar dengan menjual kendaraannya untuk menutup kerugian perusahaan serta memenuhi hak-hak dari para karyawannya," kata Ketua Dewan Pengurus Cabang Organda Kabupaten Kudus Mahmudun di Kudus, Kamis, 29 Juli 2021.

Apalagi, kata dia, ada kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, kemudian diperpanjang menjadi PPKM level 4, sangat berdampak terhadap kelangsungan usaha di sektor transportasi.

Ia berharap pemerintah tidak lagi memperpanjang PPKM agar pengusaha jasa transportasi bisa memulihkan diri agar tidak bangkrut karena pemasukan selama libur Lebaran 2021 tidak bisa diandalkan.

"Mereka juga perlu menyeimbangkan neraca keuangannya dengan berbagai cara, sehingga diharapkan pembatasan ini tidak diperpanjang kembali," ujarnya.

Menurut dia, para pelaku usaha transportasi juga mengetahui prosedur penerapan protokol kesehatan di dalam angkutan umum sehingga tidak perlu diragukan lagi.

Kebijakan PPKM darurat yang diperpanjang juga mengakibatkan geliat bisnis transportasi makin terpukul. Selain karena sepi penumpang, ketika mereka nekat beroperasi juga terjadi pembengkakan biaya operasional karena jalan yang biasa dilalui terkena penyekatan sehingga jalur alternatif.

Ia menyadari sektor usaha yang terdampak bukan hanya transportasi, melainkan hampir semua sektor. Organda juga mendukung program pemerintah untuk memutus rantai penularan COVID-19.

Namun pemerintah juga perlu memberikan perhatian agar pengusaha transportasi tidak gulung tikar karena menyerap banyak tenaga kerja. (ant)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel