Organda Minta Pemerintah Segera Siapkan Tarif Baru  

  • Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNnews.com
    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNNEWS.COM - Sebagian besar uang gaji suami dikelola istri. Sialnya, mayoritas wanita tak punya pengetahuan pengelolaan keuangan yang bagus. …

  • Dahlan pasrah rencana penyerahan BTN ke Mandiri 'digagalkan' S …

    Dahlan pasrah rencana penyerahan BTN ke Mandiri 'digagalkan' S …

    Merdeka.com
    Dahlan pasrah rencana penyerahan BTN ke Mandiri 'digagalkan' S …

    MERDEKA.COM. Menteri BUMN Dahlan Iskan menyayangkan keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menginstruksikan untuk menunda rencana pelepasan saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) untuk kemudian dialihkan ke Bank Mandiri. …

  • AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    Merdeka.com
    AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    MERDEKA.COM. PT Angkasa Pura II bersiap mengembangkan bandar udara berkonsep kebun binatang di Sultan Thaha Syaifuddin, Jambi. Kementerian Perhubungan langsung mengkaji rencana itu, karena berkaitan dengan keselamatan penerbangan.Menteri Perhubungan Evert Erenst Mangindaan mengaku baru mendengar proposal AP II itu. Dia mempersilakan operator bandara berkreasi dengan konsep layanan penerbangan, asal keamanan terjamin. ... …

TEMPO.CO, Surakarta - Organisasi Angkutan Darat (Organda) Surakarta meminta agar pemerintah mempersiapkan tarif baru angkutan umum kelas ekonomi. Tarif baru itu dibutuhkan agar mereka tidak merugi jika harga bahan bakar dinaikkan.

»Sektor transportasi usaha yang pertama kali terpukul dengan kenaikan harga bahan bakar,” kata Ketua Organda Surakarta, Joko Suprapto, Selasa, 6 Maret 2012. Menurutnya, usaha tersebut memang sangat sensitif dengan harga minyak.

Menurut dia, kenaikan harga BBM akan menambah biaya produksi yang harus dikeluarkan. »Kenaikan BBM juga akan diikuti oleh kenaikan suku cadang,” kata Joko. Dia yakin dalam waktu dekat harga oli serta roda juga akan ikut terkatrol.

Padahal, saat ini kondisi bisnis transportasi juga sangat sepi. »Tingkat okupansi kendaraan umum, terlebih bus kota hanya 40 persen,” kata Joko. Hal itu membuat pengusaha memilih untuk menyimpan sebagian armadanya di garasi.

Menurut dia, biasanya jeda antara kenaikan harga bahan bakar dengan kenaikan tarif bus cukup lama. Hal itu berpotensi membuat pengusaha angkutan darat kesulitan untuk bertahan.

Meski demikian, pengusaha juga tidak menginginkan jika tarif baru itu naik terlalu tinggi. »Jika harga bahan bakar naik sekitar 30 persen, kami hanya butuh kenaikan tarif sekitar 15 persen hingga 20 persen saja,” kata Joko. Mereka khawatir masyarakat semakin enggan untuk menggunakan sarana transportasi umum jika harganya semakin tinggi.

Sekretaris Daerah Kota Surakarta, Budi Suharto menyatakan pihaknya tidak berwenang memutuskan tarif kendaraan umum. Kewenangan untuk menentukan tarif kendaraan umum ada di tangan gubernur. »Pemerintah daerah hanya bisa mengusulkan,” katanya.

Dia berjanji akan segera membuat usulan kenaikan tarif angkutan umum kepada gubernur agar pengusaha angkutan darat tidak merugi. Hanya saja, usulan tersebut baru bisa dibuat jika harga bahan bakar yang baru telah diberlakukan. »Kami kan tidak mungkin membuat usulan dengan berandai-andai,” kata Budi.

Di Madiun, Organda malah minta tarif angkutan darat dinaikkan 50 persen. »Idealnya naik 50 persen. Tidak hanya karena faktor BBM tapi juga harga komponen kendaraan yang sudah naik lama,” ucap Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC Organda Kota Madiun Untung Subianto.

Keinginan kenaikan tarif 50 persen itu lebih tinggi dari perkiraan kenaikan tarif 30 persen dengan asumsi harga BBM naik Rp1.500 per liter. Kenaikan tarif angkutan darat sebesar 50 persen diharapkan bisa menutupi beban biaya operasional angkutan selama ini. Untung menambahkan saat ini jumlah armada dan perusahaan angkutan darat yang berkantor di Kota Madiun turun drastis karena bangkrut.

Dulu, jumlah armada mini bus Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) sebanyak 150 unit dari lima perusahaan otobus (PO). »Sekarang hanya tersisa sekitar 54 armada dari dua PO,” ujarnya. Sedangkan jumlah armada mobil angkutan dalam kota (angkot) kini tersisa sekitar 40 unit. Secara makro, penurunan jumlah angkutan darat ini juga dipengaruhi meningkatkan kepemilikan mobil dan motor pribadi.

AHMAD RAFIQ | ISHOMUDDIN

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...