Organisasi SOS tangani distribusi pangan KTT G20-ciptakan pekerjaan

Organisasi sosial Scholars Of Sustenance (SOS) Indonesia yang fokus dalam mendukung ketahanan pangan Indonesia dengan mendistribusikan pangan layak konsumsi dari KTT G20, kini turut dalam penciptaan lapangan kerja baru.

Di kawasan Sanur, Denpasar, Sabtu (12/11), pendiri SOS Indonesia Bo H. Holmgreen meresmikan Bali Viking Sunset Studios (BVS) sebuah studio produksi film yang nantinya menyerap kru, pemain, perlengkapan, hingga lokasi di Bali sehingga membantu ekonomi masyarakat.

Studio produksi film yang akan dibangun megah di Kabupaten Tabanan, Bali itu menyumbangkan Rp300 juta atau setara 500.000 makanan untuk digunakan Scholars dalam membantu masyarakat menghadapi tantangan kenaikan harga, krisis pangan, dan perubahan iklim.

"Pembuatan studio dapat membantu komunitas Bali dalam pariwisata, lapangan kerja dan industri perfilman. Terkait ketahanan pangan, studio juga membuat film dokumenter yang memperlihatkan profil SOS tentang upayanya menangani problem sampah makanan, lingkungan hidup dan membantu ketahanan pangan di Bali dan Indonesia," kata Holmgreen.

Dalam peresmian bertajuk Party G20 at Viking Sunset Studios, Holmgreen juga bercerita soal SOS yang selama ini membantu distribusi pangan layak konsumsi dari rangkaian KTT G20 di Bali.

Organisasi sosial tersebut berhasil menyelamatkan lebih dari 100 kilogram pangan layak konsumsi dan didistribusikan kepada korban banjir yang sempat terjadi di Pulau Dewata belum lama ini.

Baca juga: Gelandangan-pengemis di Bali diserahkan ke Dinas Sosial jelang G20

Baca juga: Dinas Sosial Bali monitor 167 ribu penerima Bantuan Langsung Tunai BBM

"SOS terlibat dalam penyelamatan pangan layak konsumsi dalam State Own Enterprise International Conference 17-18 Oktober 2022, acara tersebut adalah rangkaian acara pendukung G20 yang diselenggarakan Kementerian BUMN," ujarnya.

Dari kegiatan tersebut, SOS kemudian menghubungi hotel-hotel dan organisasi penyelenggara G20 untuk berkoordinasi soal pendistribusian makanan sisa yang jumlahnya berkali-kali lipat dari sebelumnya agar dapat diambil pihaknya dan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Melalui kegiatan itu, organisasi yang didirikan Holmgreen berhasil mendapat respons positif dari masyarakat Bali seperti dari panti sosial di Kabupaten Gianyar, Klungkung, Badung dan Kota Denpasar.

"Komunitas berpenghasilan rendah di TPA Suwung, Komunitas di Desa Kerambitan Tabanan, Kertalangu dan masih banyak lagi mengucapkan terima kasih dan apresiasinya. Demikian pula korban banjir baru-baru ini di Desa Gubug Tabanan, Kampung Jawa dan Padangsambian Kaja mengapresiasi bantuan SOS," kata Holmgreen.

Atas upayanya dalam mendukung ketahanan pangan hingga menciptakan lapangan kerja baru, Holmgreen dipercaya untuk menjadi salah satu pembicara dalam forum ketahanan pangan global untuk membicarakan tantangan terkait suplai dan distribusi pangan.

Baca juga: Komunitas sosial Bali ajak pelaku pariwisata-turis peduli lingkungan

Baca juga: Wamen LH dukung peluncuran awal aplikasi "Borneopedia" di Bali