Ormas Islam Ini Siap Sosialisasikan Airlangga Jadi Capres

·Bacaan 2 menit

VIVA - Dewan Pengurus Pusat Majelis Dakwah Islamiyah (DPP MDI) menilai sosok Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto cocok untuk memimpin Indonesia. Alasannya karena terbukti menjadi ujung tombak menangani kondisi dan situasi nasional akibat pandemi COVID-19.

“Makanya saya turun langsung supaya ada koordinasi dengan setiap komponen dari pendukung Partai Golkar dan sosialisasi mengenai pencapresan Pak Airlangga,” kata Ketua Umum DPP MDI Deding Ishak melalui siaran persnya, Jumat, 25 Juni 2021.

Deding menuturkan Indonesia harus dipimpin oleh sosok yang berintegritas dan berkarakter. Hal itu dibutuhkan mengingat kondisi dan situasi Indonesia maupun global yang masih dilanda pandemi COVID-19.

Deding mengaku kadernya siap untuk memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat tentang sosok pemimpin berkarakter dan berintegritas yang dibutuhkan Indonesia ini. Organisasinya akan mengerahkan ulama, kiai, dan ustaz untuk menyosialisasikan Airlangga sebagai capres dari Partai Golkar.

"Saya sebagai ketua umum tentu saja mengintruksikan seluruh kiai, ulama, ustaz, dai, dan daiyah, khususnya di Jabar agar memberi pemahaman ke masyarakat tentang dua kriteria pemimpin masa depan,” kata dia.

Baca juga: Airlangga dan Agus Gumiwang Sowan ke Tempat Buya Syafii, Bahas Ini

Ia menambahkan sebagai kader partai berlambang pohon beringin, seluruh kader DPP MDI fokus untuk menyosialisasikan capres dari Partai Golkar. Untuk cawapresnya, dia menyerahkan ke partai.

"Ada beberapa gubernur yang sukses di Jabar juga digadang-gadang mendampingi Pak Airlangga. Kita melihat trennya perlahan tapi pasti," kata Deding.

Terkait pandemi, Deding menambahkan anggota MDI akan menyosialisasikan imbauan Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto agar masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan mencegah COVID-19.

Menurutnya, MDI akan menyosialisasikan kondisi dan situasi pandemi COVID-19 yang saat ini masih melanda Indonesia dengan bahasa yang mudah diterima masyarakat Jawa Barat.

"Soal pandemi saat ini dan kriteria pemimpin ke depan, kita harus sosialisasikan dengan penyampaian yang mudah diterima masyarakat apalagi Jawa Barat ini melalui pendekatan bahasa agama dan budaya,” tuturnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel