Osteoporosis Intai Lansia, 4 Tips Ini Mampu Mencegahnya

·Bacaan 3 menit

VIVA – Seiring bertambahnya usia, maka risiko penyakit kian besar. Salah satunya, osteoporosis masih menjadi masalah global yang berkembang, di mana lebih dari 10 juta orang di seluruh negeri diperkirakan mengalaminya

Ketua Umum Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI), dr. Bagus Putu Putra Suryana, SpPD-KR, mengatakan, orang dengan usia lanjut (lansia) memiliki risiko berbagai ancaman penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, dan lainnya termasuk osteoporosis.

Lansia adalah salah satu kelompok risiko Osteoporosis karena seiring bertambahnya usia kita kehilangan lebih banyak kepadatan tulang.

"Jika kehilangan kepadatan tulang terjadi secara terus menerus akan menyebabkan osteoporosis sehingga berisiko mengalami patah tulang," ungkapnya dalam acara virtual bersama Anlene dalam rangka Hari Lanjut Usia Nasional 2021, baru-baru ini.

Menurut data dari World Health Organization (WHO), 50 persen kejadian patah tulang disebabkan oleh osteoporosis. Patah tulang dapat menyebabkan rasa nyeri, disabilitas, deformitas hingga meningkatkan risiko kematian akibat komplikasi medis.

"Risiko osteoporosis lebih besar pada wanita. Pada wanita dengan usia lebih dari 60 tahun, maka 50 persennya menderita osteoporosis. Pada laki-laki, usia lebih dari 50 tahun sekitar 20 persen yang mengidap osteoporosis," tuturnya.

Lantas, bagaimana mencegah agar lansia tetap bugar dan terhindari dari penyakit seperti osteoporosis? Berikut langkahnya.

Nutrisi

Untuk itu, investasi kesehatan tulang, sendiri, dan otot agar tetap kuat merupakan tujuan yang penting dilakukan setiap orang dengan usia berapapun, untuk memastikan kesehatan secara menyeluruh di setiap tahap kehidupan. Termasuk dengan dua nutrisi penting.

"Sumber vitamin D dan kalsium sangat dibutuhkan. Di Indonesia padahal berlimpah sumber matahari dan bisa minum susu, sayangnya sampai saat ini, asupan kalsium dan vitamin D masih sangat rendah," jelasnya.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah osteoporosisi antara lain, mengonsumsi kalsium yang cukup dengan takaran 1.000 miligram setiap hari untuk wanita berusia di bawah 50 tahun dan pria berusia di bawah 70 tahun, serta 1.200 miligram setiap hari untuk wanita berusia di atas 50 tahun dan pria berusia di atas 70 tahun. Lalu, mendapatkan vitamin D yang cukup untuk membantu penyerapan dan pemasukan kalsium ke dalam tulang.

Hindari kafein

Dianjurkan untuk mengurangi kafein dan alkohol serta berhenti merokok. sebab, ketiga hal itu memicu tubuh sulit menyerap kalsium dan vitamin D.

Disarankan juga mencukupi kebutuhan nutrisi lainnya seperti kalium, protein, dan mineral agar penyerapan kalsium dan pembentukan tulang baru berlangsung optimal dalam tubuh

Olahraga

Tak hanya nutrisi, aktivitas fisik juga harus dijalani seperti biasa meski tak berlebihan, misalnya memasak, merawat diri, hingga makan dan minum sendiri. Olahraga juga sangat dianjurkan dengan prinsip intensitas ringan namun setiap hari dan durasi yang sama.

"Aktivitas sehari-hari paling penting. Kalau itu bisa dilakukan, maka langkah selanjutnya olahraga ringan seperti senam atau jalan santai. Harus teratur dan dianjurkan setiap hari 30-60 menit," paparnya.

Protokol kesehatan

Perketat protokol kesehatan di era pandemi COVID-19, adalah hal yang sangat penting dijalani lansia. Dianjurkan, saat di rumah tetap memakai masker, apalagi saat ada anggota keluarga yang sedang sakit.

Hindari juga tempat-tempat ramai agar mencegah kerumunan. Dengan daya tahan tubuh yang baik, maka COVID-19, osteoporisis serta penyakit lainnya bisa dicegah secara maksimal.

"Tapi bukan berarti diam saja di rumah, harus tetap aktif. Contoh, aktivitas fisik teratur, olahraga ringan, dan berjemur," kata dokter Bagus.