Osteoporosis Rentan Diidap Perempuan, Lakukan 3 Pencegahan Sejak Dini

Rochimawati, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVA – Penelitian International Osteoporosis Foundation menunjukkan, risiko perempuan untuk terkena osteoporosis 4 kali lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Sebanyak 40,6 persen perempuan Indonesia berusia 20-29 tahun memiliki massa tulang rendah, yang meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang dalam 20 tahun ke depan saat mereka mencapai menopause.

Osteoporosis merupakan penurunan kualitas dan kepadatan tulang yang dapat membuat tulang lebih rapuh dan mudah patah. Namun, mengapa lebih rentan diidap perempuan? Adakah pencegahannya? Berikut fakta yang dirangkum dalam acara virtual bertajuk CDR ajak perempuan Indonesia Cegah Osteoporosis dengan 3S, Kamis 22 Oktober 2020.

Hormon saat menopause

Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, MSc, Ketua Peneliti Studi tersebut sekaligus Pakar Gizi Medik FKUI-RSCM menjelaskan, perempuan banyak mengalami fase dalam kehidupannya. Di setiap fase ini, kepadatan tulang dapat berkurang dan puncaknya saat seorang perempuan memasuki fase menopause.

Baca juga: Jalan Kaki yang Benar untuk Turunkan Berat Badan, Begini Caranya

"Dimana kemampuan tubuh dalam menyerap kalsium akan berkurang karena sudah tidak menghasilkan hormon esterogen. Perempuan hamil dan menyusui pun menjadi salah satu kelompok risiko Osteoporosis," tutur Prof Saptawati.

Mulai usia 30 tahun

Osteoporosis yang seringkali dikaitkan dengan orang-orang berusia lanjut, namun nyatanya bisa menyerang siapa saja, bahkan di usia muda sekalipun. Studi yang dilakukan para Pakar di Indonesia tentang ‘Relevansi Kalsium dan Vitamin D untuk mendukung kesehatan tulang memperkuat fakta bahwa sangat penting untuk mencegah Osteoporosis sejak usia muda.

"Kepadatan tulang akan menurun setelah usia 30 tahun. Tapi tidak benar bahwa semua lansia akan mengalami osteoporosis. Penyakit ini bisa dicegah," kata dia.

Baca juga: Kandungan dalam Herbal Ini Lindungi Ginjal Hingga Sistem Saraf

Retak tulang di usia tua

Proporsi risiko osteoporosis pada perempuan semakin tinggi setelah berusia 55 tahun, sebagian besar disebabkan adanya retak tulang pada perempuan yang berhubungan erat dengan perubahan metabolisme tulang pada umur post-menopause. Proses osteoporosis berlangsung dalam jangka panjang sehingga terkadang penderitanya tidak menyadarinya sampai kerusakan benar-benar terjadi.

Cegah dengan 3S

Nutrisi seperti Kalsium dan vitamin D sangat penting untuk kesehatan tulang. International Journal of Nutrition and Food Science Literatur: “Relevance of Calcium and Vitamin D in Supporting Bone Health: An Expert Panel Recommendation in Indonesia” menyebutkan kalsium dan vitamin D bekerja secara sinergis untuk menjaga kesehatan tulang.

Serta, asupan Kalsium dan Vitamin D harus dimulai sejak dini. Juga, suplementasi dapat mengimbangi kekurangan asupan Kalsium dan vitamin D yang direkomendasikan setiap hari.

"Oleh karena itu, sesuai dengan kampanye 3 S, yakni S yang pertama, kini saatnya bagi perempuan Indonesia untuk menjaga kesehatan tulang (S) sejak dini. Namun sayangnya, kandungan nutrisi di Indonesia pada umumnya mengandung kalsium dan vitamin D dalam level rendah, padahal nutrisi yang cukup dan pola hidup yang sehat merupakan langkah penting (S kedua) untuk untuk mencegah osteoporosis. Serta S yang ketiga adalah suplementasi vitamin D dan kalsium," tutur dr. Saptawati.