Otomikosis, Infeksi Telinga Akibat Jamur yang Bisa Picu Gangguan Pendengaran

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Gangguan pendengaran dapat disebabkan berbagai hal salah satunya otomikosis. Ini adalah infeksi telinga yang disebabkan oleh jamur.

Menurut dokter anak asal Amerika Dan Brennan, MD, infeksi ini lebih sering ditemukan di daerah tropis dan subtropis di dunia. Infeksi ini juga dikenal sebagai otitis eksterna jamur.

Otomikosis biasanya memengaruhi saluran telinga luar. Saluran ini dimulai dari gendang telinga dan berlanjut ke bagian luar kepala. Dalam beberapa kasus, dapat pula memengaruhi telinga tengah. Sekitar 10 persen infeksi saluran telinga luar (otitis eksterna) disebabkan oleh jamur.

“Otomikosis disebabkan oleh jamur. Ada banyak jenis jamur yang menyebabkan otomikosis. Jamur yang paling umum yang menyebabkan infeksi jamur ini adalah Aspergillus dan Candida,” kata Dan mengutip webmd.com, Rabu (3/11/2021). ️

Aspergillus adalah jamur umum yang dapat ditemukan di mana-mana, baik di dalam maupun di luar ruangan. Tanpa terasa, orang dapat menghirup spora Aspergillus setiap hari. Namun, bagi sebagian orang, itu dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti infeksi paru-paru dan reaksi alergi.

“Ada banyak jenis jamur yang hidup di tubuh kita. Candida adalah jenis ragi yang biasanya hidup di kulit dan di dalam tubuh Anda, termasuk di mulut, tenggorokan, dan usus. Beberapa spesies dapat menyebabkan infeksi kandidiasis, seperti sariawan.”‌

Gejala Otomikosis

Gejala otomikosis meliputi:

-Gangguan pendengaran.

-Rasa gatal.

-Sakit telinga.

-Pengeluaran cairan.

-Telinga berdenging (tinnitus).

-Perasaan terbakar di telinga.

-Perasaan penuh di telinga.

-Sakit kepala parah.

“Jika infeksi telinga Anda disebabkan oleh Aspergillus, bintik-bintik hitam keabu-abuan atau kuning yang dikelilingi oleh spora jamur seperti kapas akan terbentuk di saluran telinga Anda. Jika disebabkan oleh Candida, tidak akan terlihat adanya jamur yang terbentuk. Sebaliknya, akan ada cairan putih kental.”

Pengobatan Otomikosis

Pengobatan otomikosis dapat dilakukan dengan membersihkan telinga. Dokter pertama-tama akan menghilangkan kotoran dari saluran telinga. Ini bisa menggunakan tisu kering, bilasan, atau alat hisap.

“Jangan lakukan ini di rumah dengan kapas atau benda lain.”

Selain itu, dokter juga dapat meresepkan obat tetes telinga antijamur. Mereka mungkin mengandung klotrimazol, flukonazol, atau mikonazol. Dalam sebuah penelitian terhadap 214 orang dengan otomikosis, para peneliti menemukan bahwa tetes klotrimazol, krim mikonazol, dan tetes flukonazol memiliki efektivitas yang sama.

Jika infeksi telinga sebagian disebabkan oleh infeksi bakteri, pasien juga akan diberi resep obat antibakteri seperti ceftazidime.

Setelah itu dibutuhkan 1 hingga 2 minggu sebelum otomikosis membaik. Pada beberapa orang, otomikosis dapat kronis atau berulang. Dalam satu kasus yang dilaporkan, otomikosis dapat berlangsung selama 3 bulan disebabkan oleh jamur yang berbeda, yakni Malassezia. Jamur ini hidup di kulit manusia dan hewan, dokter percaya bahwa sumber infeksi adalah anjing peliharaan pasien.

Infografis Tunjangan Khusus Penyandang Disabilitas di Jakarta

Infografis Tunjangan Khusus Penyandang Disabilitas di Jakarta. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Tunjangan Khusus Penyandang Disabilitas di Jakarta. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel