Otoritas Selidiki Kasus Dugaan Pemerkosaan di Istana Presiden Prancis

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Paris - Jaksa Prancis telah membuka penyelidikan atas dugaan pemerkosaan di istana kepresidenan Prancis, Elysee di Paris.

Media lokal melaporkan seorang tentara wanita mengatakan dia diserang secara seksual setelah resepsi minuman di istana Élysée pada bulan Juli 2021, demikian seperti dikutip dari BBC, Sabtu (13/11/2021).

Presiden Emmanuel Macron sebelumnya menghadiri acara tersebut, yang diadakan untuk seorang staf.

Terdakwa - juga seorang tentara - telah diinterogasi, tetapi belum secara resmi didakwa, kata laporan.

Surat kabar Prancis Libération pertama kali melaporkan tuduhan itu pada hari Jumat, 12 Novembr 2021.

Baik terduga korban dan pelaku bekerja di kantor staf keamanan di gedung itu, dan Libération mengatakan mereka saling mengenal.

Seorang pejabat kepresidenan mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa "segera setelah pihak berwenang mengetahui klaim ini, langkah-langkah segera diambil" untuk mendukung terduga korban.

Baik dia dan terdakwa telah dipindahkan ke tugas lain, kata istana.

Kekerasan Seksual di Prancis

Ilustrasi bendera Prancis (AFP/Eric Feferberg)
Ilustrasi bendera Prancis (AFP/Eric Feferberg)

Prancis kerap diguncang oleh skandal kekerasan seksual selama beberapa tahun terakhir.

Presiden Macron telah bersumpah untuk mengatasi masalah kekerasan terhadap perempuan, dan pemerintahnya memperkenalkan undang-undang baru yang menetapkan usia persetujuan (age of consent) pada usia 15 tahun sebagai tanggapan atas skandal Maret ini.

Dia diperkirakan akan mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua sebagai presiden dalam pemilihan yang dijadwalkan pada April 2022, meskipun dia belum menyatakan pencalonannya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel