Otsus Papua Buka Peluang Masyarakat Ukir Prestasi

Merdeka.com - Merdeka.com - Dana Otonomi khusus (otsus) membuka peluang dan kesempatan bagi masyarakat Papua asli untuk mengukir prestasi. Sebab saat ini masyarakat asli Papua telah banyak menjadi pelopor di berbagai bidang keilmuan, baik skala lokal, nasional bahkan internasional.

"Saat ini masyarakat asli Papua telah banyak menjadi pelopor di berbagai bidang keilmuan, sehingga kans untuk membuat Papua menjadi maju semakin terbuka, apalagi prestasi putra asli Papua terbukti mengharumkan negara dimana mereka mengenyam pendidikan di luar negeri berkat beasiswa dari dana otsus," kata Direktur Eksekutif Human Studies Institute, Rasminto dalam diskusi virtual bertajuk 'Prospektif Pembangunan Papua di Era New Normal', Selasa (10/5).

Dia mencontohkan seperti prestasi yang diukir oleh Seperti Sherina Fernanda Msen yang mengeyam pendidikan di Universitas Corban Oregon Amerika Serikat.

"Sherina berhasil mengharumkan bumi cenderawasih bahkan Indonesia, karena lulus dengan Magna Cum Laude atau predikat kehormatan," terangnya.

Diketahui, Sherina sendiri menempuh jurusan Business Administration program Accounting Leadership and Management. Selain Sherina, mahasiswa asli Papua atas nama Yafeth Werijo yang mengambil jurusan Ministry Linguistics berhasil mendapatkan penghargaan mahasiswa terbaik.

Sedangkan empat mahasiswa Papua yang juga diwisuda bersama 285 wisudawan lainnya dari berbagai negara, yakni Janet Theresia Matani mahasiswi jurusan Health Science, Maria Magdalena Pallo jurusan Education dan Intercultural, Maria Rosalia Nasadit dan Marlina Sorabut, jurusan Business Administration program Accounting Leadership And Management.

Sementara itu, pemerintah Provinsi Papua mengapresiasi capaian prestasi mahasiswa bumi cenderawasih yang mengambil studi di Amerika Serikat, dimana sebagian besar diantaranya meraih nilai IPK di atas rata-rata.

"Sehingga hal ini menjadikan saya terheran-heran dan tidak mengerti kenapa anak-anak Papua itu berprestasi di luar negeri namun tak demikian di Papua,"ungkap Doren Wakerwa, Asisten bidang pemerintahan Setda Papua di Jayapura.

Dia menjelaskan di Amerika Serikat terdapat 325 orang lebih mengambil studi di berbagai negara bagian.

"Mahasiswa asli Papua di AS banyak yang meraih IPK yang luar biasa. Inilah sekali lagi yang membuat saya tidak mengerti kenapa IPK mereka tinggi tapi yang berkuliah di Indonesia turun," ujarnya.

Doren berharap seluruh mahasiswa Papua yang mengambil studi di dalam negeri juga dapat berprestasi seperti mereka yang studi di luar negeri.

"Harapan saya agar mahasiswa asli Papua dapat mencontoh prestasi yang diraih sejumlah mahasiswa Papua di luar negeri. Sehingga mereka dapat kembali ke Papua untuk membangun daerahnya sendiri," tutupnya. [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel