Overload, RSUD dr Soetomo Pakai Gedung Parkir Rawat Pasien COVID-19

·Bacaan 1 menit

VIVA – Manajemen RSUD dr Soetomo Surabaya, Jawa Timur, terpaksa mengubah fungsi gedung parkir di rumah sakit tersebut sebagai ruang perawatan pasien. Sebab, jumlah pasien COVID-19 yang dirawat melebihi kapasitas alias overload.

Direktur Utama RSUD dr Soetomo Joni Wahyuadi mengatakan, saat ini pihaknya merawat 330 pasien COVID-19. Itu melebihi kapasitas ruang perawatan yang disediakan untuk pasien COVID-19 yang disediakan rumah sakit pelat merah tersebut.

"Jumlahnya bisa jadi bertambah," kata Joni kepada wartawan, Sabtu, 26 Juni 2021.

Baca juga: KSP Hembuskan Kabar Jabatan Wakil Panglima TNI Segera Diisi

Mengantisipasi membludaknya pasien, Joni menuturkan bahwa RSUD tengah menyiapkan gedung parkir untuk dibuat ruang perawatan pasien. Gedung parkir tersebut kini tengah direnovasi agar layak dan sesuai standar ruang perawatan.

"Membuat ruang untuk COVID perlu waktu," ucapnya.

Ketua Rumpun Kuratif Satuan Tugas COVID-19 Jatim itu memastikan pihaknya akan menangani pasien COVID-19 secara maksimal. Namun dia juga meminta masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan, agar tingkat keterisian rumah sakit tidak sampai over.

Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa ketersediaan tempat tidur atau bed isolasi dan ICU rumah sakit rujukan COVID-19 di Jatim kian menipis, seiring meningkatnya jumlah kasus positif secara signifikan. Jika dirata-rata, saat ini keterisian bed atau BOR sebanyak 76 persen dan ICU 74 persen.

Di daerah berstatus zona merah bahkan lebih dari itu. Di Bangkalan, Madura, BOR isolasi biasa tercatat terisi 85 persen, BOR ICU 60 persen. Sementara di Ponorogo BOR isolasi 96 persen dengan BOR ICU yang mencapai 82 persen. BOR isolasi di Kabupaten Ngawi 82 persen dengan BOR ICU sebanyak 60 persen. Tiga daerah itu berstatus zona merah.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel