Owalah! Imbalan dari Freeport untuk Uang Makan Polisi di Papua

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- PT Freeport Indonesia mengakui adanya uang imbalan kepada Polri dan TNI yang menjaga pertambangan sebesar 14 juta dolar AS. Akhirnya, Kepala Polri, Jenderal Polisi Timur Pradopo mengakui adanya imbalan tersebut dan memakluminya karena uang itu untuk uang makan anggota polisi di Papua.

"Kalau misalnya pihak yang diamankan itu memberikan uang makan langsung kepada anggota, saya kira bisa dipertanggungjawabkan," kata Kapolri, Jenderal Polisi Timur Pradopo yang ditemui usai acara Serah Terima Jabatan di Ruang Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Jumat (28/10).

Timur menambahkan sebenarnya semua operasi yang dilakukan anggota polisi, termasuk dalam operasi pengamanan proyek, negara juga membiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun kalau ada instansi swasta yang akan memberikan dana, lanjutnya, akuntabilitasnya dapat dipertanggungjawabkan.

Sebelumnya, adanya imbalan dari Freeport ini diungkapkan Kontras yang mengatakan adanya imbalan sebesar Rp 1,25 juta kepada masing-masing anggota Polri dan TNI yang mengamankan daerah pertambangan perusahaan  dari Amerika Serikat itu. Pihak Freeport pun mengakui dan pada 2010 tercatat sebesar 14 juta dolar AS digelontorkan kepada Polri dan TNI.

 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.