PA 212 hingga GNPF Bakal Demo Tolak Kenaikan BBM, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Istana

Merdeka.com - Merdeka.com - Ditlantas Polda Metro Jaya telah menyiapkan skema pengalihan arus lalu lintas dalam rangka adanya rencana aksi unjuk rasa protes kenaikan bahan bakar minyak (BBM), di kawasan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (12/9) hari ini.

Rencananya, demo akan digelar Persatuan Alumni 212 (PA 212), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama) dan Front Pembela Islam (FPI) yang mengatasnamakan Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR)

"Alih arus dilaksanakan Senin tanggal 12 September 2022 pukul 10.00-selesai. Masyarakat menuju Istana agar mencari jalan alternatif lain," demikian dikutip dari akun Instagram @TMCPoldaMetro.

Adapun skema pengalihan arus lalu yang telah disiapkan pihak kepolisian untuk arus kendaraan yang hendak melaju di sekitar Istana Presiden, sebagai berikut:

1. Arus lalu lintas dari arah Bundaran HI menuju Jalan Merdeka Barat dialihkan ke Jalan Budi Kemuliaan atau Jalan Merdeka Selatan.

2. Arus lalu lintas dari arah Tugu Tani menuju Jalan Merdeka Utara dialihkan ke Jalan Perwira (situasional).

3. Arus lalu lintas dari arah Jalan Hayam Wuruk menuju Jalan Majapahit/Jalan Merdeka Utara dialihkan ke Jalan Juanda atau ke Jalan Suryopranoto.

4. Arus lalu lintas dari Jalan Abdul Muis menuju Jalan Gajah Mada dialihkan ke Jalan Tanah Abang Satu.

Sejauh ini, sejumlah elemen maupun organisasi masyarakat secara bergantian turut menyampaikan protesnya atas keputusan Pemerintah menaikan harga BBM. Kali ini, aksi unjuk rasa bakal digelar sejumlah organisasi Islam.

"PA 212 informasinya akan terlibat, GNPF Ulama dan FPI juga InsyaAllah beserta banyak sekali elemen masyarakat lain," kata kuasa hukum Rizieq Syihab, Aziz Yanuar saat dikonfirmasi, dikutip Senin (12/9).

Dia pun membenarkan jika tuntutan yang tersebar di media sosial, terkait seruan aksi yang dibagikan, aksi bela rakyat (AKBAR) tersebut membawa tiga tuntutan.

"Tiga tuntutan rakyat (Tritura): Pertama, turunkan harga BBM; Kedua, Turunkan harga-harga dan terakhir, Tegakkan Supremasi Hukum," ujarnya.

Diketahui, dalam seruan aksi tersebut, kegiatan unjuk rasa dilangsungkan mulai pukul 13.00 WIB. Tampak sejumlah logo dari elemen yang bergabung diperlihatkan dalam poster digital seruan aksi AKBAR. [fik]