Pabrik Baru Polycem Indonesia akan Selesai di 2013

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Merdeka.com
    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    MERDEKA.COM. Kementerian Perdagangan mengklaim industri fesyen muslim Indonesia saat ini paling ternama di dunia. Industri sejenis di Malaysia, negara muslim terdekat, dinilai belum mampu menyaingi. …

Laporan Wartawan Tribun Jakarta Arif Wicaksono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG), emiten produsen poliester, ethylene, glycol dan petrokimia, serta benang nilon, menargetkan pembangunan pabrik ethylene oxide derivative (EOD) akan selesai dan mulai berproduksi di semester pertama tahun 2013.

Awalnya Perseroan menargetkan, pabrik akan selesai dan bisa berproduksi pada tahun ini, tapi terhalang oleh izin dari BKPM. Akhirnya penyelesaian pabrik tertunda hingga bulan Juni 2013.

"Sekarang ini masih mengurus perizinan itu, dan perizinan serta mulai produksi pabrik tersebut dipastikan pada bulan Juni tahun depan," ujar Richard I Tursadi, Management Accounting, Budget &Control Manager Polychem, usai paparan publiknya, di Hotel Shangrila, Jakarta, Senin, (10/12/2012).

Ia menjelaskan, perseroan telah menganggarkan belanja modal yang
diambil dari kas internal sebesar 17,5 juta dollar AS pada tahun ini.

Dana itu, untuk pembangunan pabrik EOD di atas lahan seluas 15 hektare (Ha). Sementara, hingga saat ini, dana tersebut baru berhasil terserap sebesar 9 juta dollar AS. Dengan demikian Perseroan akan merealisasikan sisa dana tersebut di tahun 2013.

"Dana capex tahun ini tidak berhasil terserap semuanya, dan akan kami
lanjutkan untuk penyelesaian pabrik EOD di tahun 2013. Dengan demikian, untuk tahun depan, kami tidak menganggarkan belanja modal lagi alias tidak ada ekspansi," jelasnya.

Menurutnya, kapasitas awal untuk di pabrik ini yaitu sebesar 44 ribu ton per tahun, setelah berjalan kapasitas pabrik EOD milik Perseroan ini akan meningkat menjadi dua kali lipat atau menjadi 88 ribu ton per tahunnya. (*)

BACA JUGA:

  • Pelayaran Nasional Targetkan Laba Bersih Capa...
  • Pertamina Akuisisi 3 Anak Perusahaan Anadarko...
  • Santika Premiere Dyandra Raih The Best 4 Star...
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...