Pabrik Mobil Dunia Mulai Kelimpungan

Krisna Wicaksono
·Bacaan 1 menit

VIVA – Adanya pandemi membuat penjualan produk elektronik melesat hingga ke level yang tidak diduga sebelumnya. Hal ini menjadi berkah bagi para produsen ponsel dan gawai.

Namun, naiknya permintaan ternyata tidak bisa diimbangi oleh terbatasnya kapasitas produksi salah satu komponen utama para produk yang mereka jual, yakni semikonduktor.

Benda yang berfungsi sebagai pusat dari pengaturan peranti elektronik itu tidak bisa ditingkatkan produksinya dalam waktu singkat. Alhasil, stok yang ada tidak sesuai dengan jumlah kebutuhan.

Masalahnya, produk tersebut tidak hanya dipakai di ponsel saja, namun juga banyak benda lain yang memerlukan perhitungan komputer. Mulai dari konsol permainan, laptop hingga kendaraan bermotor.

Beberapa waktu lalu, para pabrikan otomotif sudah mengetahui akan hal itu namun mengatakan bahwa tidak ada yang perlu dirisaukan.

Tapi, kini seperti dilansir VIVA Otomotif dari laman Paultan, Senin 22 Maret 2021, beberapa merek mulai mengalami kesulitan stok chipset untuk sistem komputer kendaraan.

Salah satunya Fiat Chrysler Automotive, yang mengaku bahwa mereka akan memiliki banyak stok pikap kabin ganda Dodge Ram 1500 yang belum selesai dirakit.

Hal ini dikhawatirkan bakal terjadi selama beberapa pekan, di mana unit yang hampir selesai disimpan terlebiih dahulu. Saat stok semikonduktor datang, maka akan dipasang dan langsung dikirim ke diler.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ford, di mana pikap kabin ganda F-150 yang bakal terkena imbas dari adanya krisis ini.

Pabrik Toyota di Ceko juga mengalami hal yang sama, unit mobil perkotaan yang diproduksi di negara tersebut harus disimpan selama dua pekan karena belum dibekali dengan chipset.