Pabrik Rapid Antigen di Kalideres Produksi Ratusan Ribu Sehari

Ezra Sihite, Andrew Tito
·Bacaan 2 menit

VIVA – Lebih dari 100-150 ribu alat rapid test antigen diproduksi setiap harinya oleh PT Taisan Alkes Indonesia. Produksi ini disebutkan menggunakan 80 persen bahan lokal.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M.Faqih mengatakan, hal tersebut diketahui usai DPR, IDI, Kemenkes dan Sudinakes Jakarta Barat melakukan pengecekan di pabrik yang berlokasi di kawasan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, Jumat 12 Maret 2021.

Daeng mengatakan dirinya sangat senang dengan adanya percepatan produksi alat rapid test antigen yang langsung dikerjakan dan diproduksi oleh anak bangsa.

“Kami sangat senang. Sangat apresiasi karena terus terang baru kali ini saya mengetahui bahwa ini dikerjakan anak anak bangsa,” ujar Faqih dikonfirmasi pada Jumat 12 Maret 2021.

Faqih mengatakan, dengan jumlah produksi antigen yang yang cukup tinggi akan membantu program pemerintah dalam 3T yakni tracking, tracing, dan testing untuk menekan angka penyebaran COVID-19 ke depannya.

Terlebih dalam produksinya, pabrik menggunakan 80 persen produksi lokal dan produksi dalam negeri atau anak bangsa.

Sehingga selain membantu penanganan COVID-19 serta membuka lapangan kerja bagi yang membutuhkan

Meski demikian untuk pelaksanaan itu, IDI menyebutkan komitmen harus dilakukan untuk menggunakan produk asli buatan anak bangsa

Sehingga kemandirian negara dalam menggunakan produk dalam negeri di jarak akan mengalami peningkatan.

“Apalagi ini kualitas produknya bagus kok,” ujarnya.

Selain itu IDI juga mendorong agar industri kesehatan dalam negeri terus berkembang dengan mengambil contoh produksi ini. Tak hanya produksi rapid antigen namun juga pengobatan lainnya seperti pemeriksaan kehamilan dan diabetes.

Faqih menegaskan setelah melihat kondisi pabrik, pihaknya akan meminta semua dokter IDI untuk menggunakan alat tes ini. Kerja sama antara pihaknya dan Taisan akan dilakukan agar lebih mencondongkan produk dalam negeri .

“Memang uji coba DKI dulu kalau sukses nanti replikasi ke seluruh Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu Komisaris Utama PT Taisan Alkes Indonesia, Cahyadi Burhan mengatakan bahwa hanya cairan seperti reugun atau buffer yang impor dari luar. Sementara sisanya merupakan produksi dalam negeri.

“Jadi emang bisa dibilang 80 persen produksinya dalam negeri,” ujar Cahyadi.

Sementara mengenai produksi, Cahyadi menjebutkan bila dipaksakan pihaknya bisa memproduksi alat antigen hingga 500 ribu per harinya.

“Karena itu ke depannya kami akan coba ekspor ke negara asia,” ujarnya.