Pabrik Tahu Milik Sepasang Lansia Meledak, Tabung Uap Telat Diisi Air

Liputan6.com, Gunungkidul - Pasangan lansia Rebo Sujiwanto (62) dan Warti (63), warga Padukuhan Jlantir 2, Kalurahan Gedangrejo, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul, hanya bisa meratapi nasib. Keduanya kehilangan mata pencaharian usai pabrik tahu miliknya meledak pada Jumat (13/8/2021). Ledakan yang berasal dari tabung uap itu membuat keduanya rugi hingga ratusan juta rupiah.

Tatapan mata pilu terlihat jelas di sorot mata Warti saat melihat satu-satunya sumber penghasilan yang ia miliki kini tidak bisa beroperasi lagi. Hingga beberapa hari berselang, mereka bahkan masih teringat jelas suara dentuman ledakan tabung uap yang menghancurkan pabrik tahu miliknya.

"Sangat keras ledakannya, karena saya dan mempunyai riwayat penyakit jantung, jadi badan saya langsung lemas," kata Warti saat ditemui Liputan6.com, Selasa (17/8/2021).

Warti mengatakan, ledakan di pabrik tahu itu terjadi lantaran air di tabung uap habis dan telat diisi, sehingga tekanan gas dalam tabung meningkat dan meledak. Ledakan yang terjadi sendiri cukup dahsyat lantaran tabung tersebut terlempar sekitar 50 meter dari lokasi kejadian.

Ledakan dahsyat itu juga membuat tembok dan atap rumah yang digunakan sebagai lokasi produksi tahu itu porak poranda. Saat kejadian, di lokasi ada tiga orang pekerja yang tengah beraktivitas. Bahkan, salah seorang pekerjanya yang bernama Wagino, yang juga masih tetangganya harus mengalami luka bakar di tubuh bagian kiri akibat cipratan uap.

Wagino yang tak sempat menyelamatkan diri juga mengalami luka di kepala akibat tertimpa atap rumah. Kondisi Wagino kini telah membaik setelah mendapatkan pengobatan dari tenaga medis.

"Kejadian yang berlangsung sangat cepat, memang sama sekali tak disangka sangka," katanya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kerugian Ratusan Juta

Warti mengatakan, instalasi rangkaian tabung uap itu harganya bisa mencapai puluhan juta. Jika ditambah dengan kerusakan bangunan, diperkirakan dirinya mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

"Satu tabung harganya sekitar Rp 25 juta. hampir separuhnya rusak berat dan rata dengan tanah. Belum lagi kami kehilangan pendapatan yang tidak tahu sampai kapan," keluhnya.

Warti dan Rebo sendiri telah memproduksi tahu sejak tiga tahun lalu dan merupakan satu-satunya produsen tahu di Kalurahan Gedangrejo. Setiap harinya, ia mampu mengolah kedelai seberat 80 hingga 100 kilogram yang hasilnya dijual ke Pasar Kotagede.

"Kalau pendapatan kotornya sehari sekitar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta," katanya.

Tak hanya kehilangan tempat usaha, pasangan lansia ini juga harus kehilangan tempat tinggal lantaran rumah tempat tinggalnya menjadi satu dengan lokasi pabrik Tahunya yang hanya dibatasi oleh tembok. Kini ia terpaksa mengungsi di rumah anaknya yang berlokasi tak jauh dari lokasi kejadian.

Pascakejadian, Warti mengaku kebingungan untuk bisa mencari nafkah. Saat ini, tak ada pendapatan lain selain menjual tahu yang diproduksinya. Sehingga kemudian, dengan rusaknya sejumlah alat yang digunakan ini, ia tak tahu bagaimana caranya untuk melanjutkan usahanya.

Tidak Langsung Melapor

Petugas Pelaksana Kapolsek Karangmojo, Iptu Rahyono mengatakan, ledakan dipabrik tahu itu baru dilaporkan dua hari usai kejadian. Pihaknya telah mendata karena terdapat korban luka-luka dan kerugian material dilokasi kejadian.

"Kami tetap melakukan langkah langkah pengamanan, karena hal ini sudah menjadi tanggung jawab Polsek Karangmojo," kata Rahyo.

Rahyono hanya menyayangkan pihak korban yang tidak langsung melaporkan peristiwa ledakan itu ke polisi. Meski begitu, polisi akan berkoordinasi untuk mencaritahu penyebab pasti ledakan dan memberikan bantuan kepada korban.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel