Pabrikan China Turun Tangan Atasi Krisis Dunia Otomotif

·Bacaan 1 menit

VIVA – Dunia otomotif saat ini sedang dilanda krisis kelangkaan komponen chipset, yang digunakan untuk mengoperasikan berbagai macam perangkat elektronik di mobil.

Jumlah stok yang ada tidak memadai, sementara permintaan akan kendaraan terus meningkat. Dampaknya, banyak unit mobil tidak bisa dikirim ke konsumen karena belum dipasangi komponen tersebut.

Hal ini sudah berlangsung selama beberapa bulan, dan beberapa merek mengaku harus menghentikan sementara proses produksi karena tidak memiliki stok chipset.

Dilansir VIVA Otomotif dari laman Autoevolution, Jumat 21 Mei 2021, perusahaan pembuat komponen elektronik yang dipercaya oleh Apple, yakni Foxconn mengatakan bahwa krisis ini bakal terus melanda hingga akhir tahun depan.

Menurut mereka, saat ini baru permulaan saja. Nantinya akan lebih parah, di mana banyak pabrik mobil harus berhenti beroperasi secara total akibat kasus tersebut.

Hasil dari sebuah penelitian menunjukkan, setidaknya ada empat juta unit kendaraan yang bakal kena dampak dari krisis ini. Total kerugian yang diderita para produsen, disebut mencapai lebih dari US$61 miliar atau setara Rp874 triliun.

Sementara itu, beberapa perusahaan semikonduktor seperti Intel dan Samsung sudah menyatakan komitmen mereka untuk memulai produksi chipset khusus mobil dalam waktu dekat.

Bahkan, perusahaan Huawei asal China menyatakan mereka saat ini sudah mulai melakukannya. Namun, tidak diketahui apakah produk buatan mereka bakal dikirim ke Amerika Serikat atau tidak, karena kedua pihak saat ini sedang bersitegang.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel