PABSI kembali buktikan pengaderan angkat besi Indonesia berjalan baik

Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) kembali membuktikan pengaderan lifter Indonesia terus berjalan.

Terbaru, enam atlet angkat besi Indonesia berhasil membawa pulang minimal satu medali Kejuaraan Asia Angkat Besi Remaja dan Junior 2022 di Tashkent, Uzbekistan, pada 15-25 Juli.

Lifter putra dan putri Indonesia meraih enam emas, enam perak, dan enam perunggu dalam kejuaraan bergengsi di Benua Kuning tersebut.

"Sebenarnya keberangkatan mereka tanpa dibebani target. Mereka hanya kami patok target untuk memperbaiki total angkatan mereka selama di Pelatnas. Tapi, kami bersyukur karena mereka mampu mencetak prestasi terbaik," kata Sekretaris Jenderal PB PABSI Djoko Pramono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Paling menggembirakan, lanjut Djoko, saat ini Indonesia tidak kekurangan lifter pelapis yang kelak menggantikan senior mereka.

"Kaderisasi terus bergulir, saya berharap ini akan memacu semangat para lifter di daerah untuk berlomba-lomba untuk bisa bergabung di pelatnas angkat besi dengan demikian kaderisasi terus berjalan dinamis," kata Djoko.

Dari total enam medali emas dari Kejuaraan Asia Angkat Besi Remaja dan Junior 2022, tiga di antaranya disumbangkan Rizki Juniansyah yang turun pada 73 kg kategori junior putra.

Rizki juga sukses mempertajam rekor dunia junior miliknya pada angkatan snatch dari 156kg menjadi 157kg, serta menjadi yang terbaik pada angkatan clean and jerk dengan 182kg dan angkatan total 339kg.

Baca juga: Lifter muda Rizki Juniansyah pertajam rekor dunia Snatch di Uzbekistan

Lifter putri Sarah juga menorehkan prestasi gemilang dengan meraih tiga emas dari kelas 59kg putri kategori remaja dan dua perak satu perunggu kategori junior.

Sarah menorehkan angkatan snatch seberat 88kg, clean and jerk dengan 107kg sehingga total angkatannya mencapai 195kg untuk menjadi yang terbaik dalam kategori remaja.

Angkatan Sarah kali ini membuatnya membawa pulang dua perak untuk snatch dan total angkatan, serta satu perunggu clean and jerk dari kategori junior.

Pundi-pundi medali Indonesia juga bertambah melalui lifter putri Restu Anggi yang tampil terakhir, Jumat, dalam kelas 71kg junior dengan membawa pulang dua perak dan satu perunggu.

Dua medali perak dan satu perunggu juga dipersembahkan lifter putra Satrio Adi Nugroho yang tampil dalam kelas 55kg kategori junior, sedangkan lifter putri Najla Khoirunnisa meraih satu perunggu untuk angkatan snatch dari kelas kelas 45kg remaja. Dua perunggu sisanya dari Juliana Klarisa pada kelas 55kg junior putri.

Pelatih Kepala Timnas Angkat Besi Indonesia Dirdja Wihardja mengatakan lifter sudah tampil maksimal dan akan lebih meningkatkan prestasi kali ini.

"Yang pasti, mereka jangan lantas berpuas diri dengan hasil ini. Prestasi mereka harus terus diasah lagi seperti halnya dengan Sarah yang mampu tampil gemilang di kategori remaja dengan meraih tiga emas dan perak di kategori junior. Intinya, mereka harus lebih meningkatkan lagi prestasi mereka untuk jenjang berikutnya," ujar Dirdja.

Khusus Rizki, kata Dirja, sebelumnya tidak terlalu ingin memaksakan mempertajam rekor dunia juniornya.

"Tapi, ternyata Rizki mampu memecahkannya. Sebenarnya kekuatannya sengaja kami simpan untuk menghadapi Islamic Solidarity Games (ISG) di Konya, Turki, 9-18 Agustus mendatang," kata Dirja.

Baca juga: Gubernur Jatim doakan prestasi lifter Luluk Diana berlanjut

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel