Pada Perempuan Usia 20an, Ini 5 Pengalaman Cinta Terpahit tapi Paling Mendewasakan

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Usia 20an menghadirkan fase kehidupan yang berharga. Tentu saja dalam setiap pertambahan usia, ada perubahan-perubahan yang terjadi dan mau tak mau harus kita hadapi. Termasuk dalam perubahan dan pengalaman soal cinta.

Di usia 20an kita akan dihadapkan pada sejumlah pengalaman cinta. Tak hanya yang indah-indah saja, tapi juga ada yang pahit. Meskipun begitu, terkadang pengalaman cinta terpahit itulah yang pada akhirnya akan mendewasakan kita.

1. Menyukai Seseorang yang Tak Bisa Dimiliki

“After we graduate, our identities just become nervousness and worrying all the time.”― Karl Kristian Flores, The Goodbye Song

Bukan cuma cinta monyet semasa remaja saja yang membuatmu galau. Pengalaman jatuh cinta pada seseorang yang tak bisa dimiliki di usia 20an bisa lebih bikin galau dan cemas. Cinta sepihak atau cinta bertepuk sebelah tangan masih akan dialami di usia 20an. Namun, dari ini kamu akan memahami bahwa urusan hati dan perasaan memang tak bisa dipaksakan.

2. Rela Mengubah Diri Demi Disukai Seseorang

"When you’re single and in your 20s, you throw on a pair of jeans and look fabulous." Sheena Easton

Demi bisa mendapatkan perhatian seseorang, kamu rela mengubah dirimu demi dirinya. Mencoba untuk memenuhi standar-standarnya untuk bisa disukai. Tapi pada akhirnya kamu menyadari bahwa menjadi diri sendiri itu jauh lebih penting daripada sekadar pura-pura jadi orang lain demi membuat seseorang terkesan.

3. Mengalami Cinta yang Berawal Indah tapi Memberi Luka Paling Dalam

ilustrasi./copyright by YAKOBCHUK VIACHESLAV (Shutterstock)
ilustrasi./copyright by YAKOBCHUK VIACHESLAV (Shutterstock)

"In my early twenties, I had no idea who I was. And I think that’s one reason you should try different relationships. I’ve had good and bad ones, but I took away things from them that helped me become who I am." Cobie Smulders

Tidak semua hal berjalan sesuai dengan keinginan dan rencana. Termasuk soal hubungan yang tadinya berawal indah. Hubungan yang tadinya tampak indah dan baik-baik saja bisa memberi luka paling dalam. Perpisahan bisa menjadi hal yang tak bisa dihindari demi kebaikan bersama daripada terus memberi luka.

4. Memperjuangkan Seseorang yang Berakhir Sia-Sia

"I think your 20s are the hardest part of life. I mean, everyone goes on about how hard it is to be a teenager, but actually I think it’s tougher to be in your 20s because you’re expected to be a grownup and expected to earn your own living and be successful and I think you feel like a kid still." - Nigel Cole

Sudah banyak hal yang kamu korbankan. Berbagai hal sudah kamu lakukan demi seseorang. Namun, seiring waktu berjalan, kamu malah diabaikan. Seakan kamu yang berjuang sendiri dan harus dihadapkan pada situasi yang berakhir sia-sia. Tidak semua niat baik dan perjuangan akan disambut dengan baik pula. Dari sini kamu paham bahwa orang pertama yang perlu kamu cintai adalah dirimu sendiri.

5. Pengalaman Cintamu Dibanding-bandingkan dengan Orang Lain

“When you are in your twenties, if even if you're confused and uncertain about your aims and purposes, you have a strong sense of what life itself is, and of what you in life are, and might become.”― Julian Barnes, The Sense of an Ending

Misal, ketika teman-teman sebayamu sudah menikah dan kamu masih melajang, kamu disudutkan. Saat teman-temanmu sudah punya pasangan dan kamu baru saja putus cinta, ada saja yang mencibir dan menyalahkanmu. Pengalaman cintamu dibanding-bandingkan dengan pengalaman orang lain. Well, mau bagaimana lagi. Toh, perjalanan dan perjuangan hidup tiap orang juga tak sama.

Kalau Sahabat Fimela sendiri apakah punya pengalaman pribai terkait hal ini? Pengalaman cinta terpahit apa yang pernah dirasakan di usia 20an dan menjadi pengalaman paling berharga yang mendewasakanmu?

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel