Paderi Inggris tersulut api saat tunggu jawaban Tuhan

(Reuters) - Seorang paderi Inggris memperoleh lebih dari yang dia harapkan dalam upaya pertamanya berkhotbah online ketika dia bersandar terlalu dekat ke lilin di satu salib dan sweternya pun terbakar.

Stephen Beach dari Gereja Paroki St Budeaux di Plymouth, Inggris barat daya, meminta jemaatnya merenungkan pengalaman menunggu, pada bagian akhir khotbah yang disampaikan dari rumahnya pekan lalu.

"Adalah hal hebat berhenti sejenak di hadapan Tuhan dan mengajukan pertanyaan: Tuhan, apa yang kau katakan kepada kami?," kata Beach, menghangatkan tema tersebut.

"Dan kemudian, tentu saja, untuk menunggu jawaban. Saya baru saja berhenti sejenak di antara dua ini ..." dia melanjutkan sebelum menyadari bahu kirinya telah bergerak terlalu dekat ke nyala api.

"Ya ampun, saya terbakar", seru dia, memukul dan meniup api. "Ya tuhan."

Khotbah video adalah bagian dari tanggapan gereja Plymouth terhadap krisis virus corona, yang berusaha mendorong orang tetap beriman dan mempertahankan pandangan hidup normal mereka, kata sang paderi kepada Reuters dalam sebuah pesan.

"Keluarga saya menyukainya, dan cucu termuda ingin tahu kapan Kakek membakar diri lagi," tambah Beach.

Sejumlah tempat ibadah di seluruh dunia sudah mengadopsi doa dan layanan online setelah merebak wabah virus corona.

Dalam pesan televisi yang ditonton oleh lebih dari 27 juta orang Senin malam, Perdana Menteri Boris Johnson memerintahkan warga Inggris untuk tinggal di rumah, dan meminta hampir semua toko untuk tutup dan melarang pertemuan sosial termasuk pernikahan dan pembaptisan.


(Laporan Nur-Azna Sanusi; Ditulis oleh Karishma Singh)