Paduan Suara Uncen yang Terlantar di Amerika Segera Pulang

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dino Pati Djalal menegaskan,KJRI Chicago akan menangani pemulangan tim Paduan Suara Gema Chandra Universitas Cendrawasih yang terlantar di Cincinnati, Amerika Serikat.

“Itu ditangani oleh konjen (konsulat jenderal). Di bawah kordinasi konjen Chicago. Untuk make sure, mereka diperhatikan dan diupayakan agar bisa pulang ke Indonesia,” jelasnya kepada wartawan di kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (17/7/2012).

Mantan Juru bicara kepresidenan ini menyayangkan kejadian seperti yang dialami 49 anggota tim Paduan Suara Gema Chandra Universitas Cendrawasih tersebut. Ternyata, rombongan itu datang terlambat dan kejuaraan paduan suara di Cincinnati-San Fransisco.

Karenanya, lebih lanjut dikatakan,  kejadian seperti ini dapat diambil hikmahnya bagi semua masyarakat Indonesia. Khususnya, peran asuransi saat berpergian ke luar negeri menjadi hal yang penting.

“Makanya ini juga suatu pelajaran bagi orang Indonesia, bepergian keluar negeri itu asuransi itu penting. Kalau ada hal seperti ini, bisa ditangani oleh asuransi,” pesan Dino.

Sebelumnya, situs www.canada.com melaporkan, Senin (16/7), rombongan paduan suara itu terlantar lantaran kehabisan uang dan tidak sanggup kembali ke San Francisco. Meski begitu, mereka telah membeli tiket pesawat pulang pergi dengan rute Jakarta-San Fransisco. Bahkan di awal keberangkatan penerbangan mereka tertunda cukup lama di Jakarta.

Saat menuju Cincinnati, ternyata uang hanya cukup untuk sekali perjalanan. Mereka tak punya dana lebih membeli tiket pulang dari Cincinnati. Akibatnya, rombongan terlantar di Cincinnati.

Berita Terkait: Skandal Nazaruddin
  • KPK Terus Buru Harta Nazaruddin di Pekanbaru
  • Ribka Tjiptaning Bantah Terima Uang Nazaruddin
  • KPK Diminta Berani Ungkap Kasus Hambalang dan Wisma Atlet
  • Mantan Ketua DPC Demokrat Bualemo Bersedia Digantung
  • Ada Nama Nazaruddin dalam Vaksin Flu Burung
  • Mirwan Amir Diduga Terima Fee Proyek Kemendiknas
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.