PAFI: Peningkatan pengetahuan dan kemampuan TTK penting

Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) mengatakan penting bagi Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) untuk terus menambah pengetahuan dan kemampuan akan pelayanan kefarmasian di toko obat, apotek, klinik, puskesmas dan rumah sakit.

Hal tersebut sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Kesehatan No 14 Tahun 2021 tentang tentang Standar Kegiatan Usaha & Produk Pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Kesehatan.

Baca juga: GP Farmasi Indonesia menuju kemandirian obat-obatan

Menurut Ketua Pengurus Cabang (PC) PAFI Surabaya, Jawa Timur, Chusnul Chotimah,A.Md.Farm., berbagai upaya dan kerja sama dilakukan, termasuk dengan pelatihan dan seminar web untuk memberikan pengetahuan seputar kesehatan serta soft skill TTK dalam bidang komunikasi.

"SKP atau Satuan Kredit Profesi diperlukan Tenaga Kesehatan untuk memperpanjang STR-nya. PC PAFI Surabaya yang beranggotakan lebih dari 2.000 TTK peduli dengan kebutuhan SKP anggotaya ini dengan aktif mengadakan webinar atau pembelajaran untuk mendapatkan SKP tersebut," kata Chusnul, dikutip dari keterangan pers, Kamis.

Ia menambahkan, PAFI bekerja sama dengan perusahaan PT Johnson & Johnson Indonesia untuk mengadakan program webinar sepanjang tahun 2022 untuk para TTK. Program ini merupakan kelanjutan program di tahun 2021, yang berhasil memberikan kontribusi kepada lebih dari 11.750 Tenaga Teknis Kefarmasian di seluruh Indonesia.

Baca juga: Kemenperin apresiasi GPFI ikut bangun kemandirian kesehatan

"PAFI di Kota Semarang berupaya untuk selalu aktif melakukan kegiatan untuk memfasilitasi kebutuhan anggotanya berkaitan dengan pengumpulan SKP untuk Sertifikat Kompetensi," kata Ketua Pengurus Cabang (PC) PAFI Kota Semarang, Jawa Tengah, Apt. Sri Suwarni, M.Sc.

"Hal tersebut sama dengan dedikasi Johnson & Johnson Indonesia yang memfasilitasi kebutuhan konsumen dengan memberikan produk-produk yang inovatif, berkualitas dan tepat untuk digunakan masyarakat sesuai dengan masalah kesehatannya masing-masing," imbuhnya.

Country Leader of Corporate Communications & Public Affairs dari PT Johnson & Johnson Indonesia, Devy Yheanne, mengatakan, setiap hari apoteker maupun tenaga farmasi memberdayakan pasien dan pelanggan dengan memberikan pengetahuan, meningkatkan kepercayaan diri dan memotivasi mereka untuk hidup lebih sehat.

"Dari memberikan rekomendasi kesehatan dan obat-obatan, menjawab pertanyaan spesifik tentang penyakit, hingga memberikan obat-obatan, para apoteker dan tenaga farmasi adalah mitra penting dalam sistem perawatan kesehatan kita," kata Devy.

"Kami di Johnson & Johnson Indonesia sangat bersemangat dan berharap kemitraan kami dengan organisasi PAFI dapat menjadi contoh bagaimana menghargai para apoteker dan tenaga farmasi atas peran penting yang mereka mainkan dalam membantu kita semua tetap aman dan sehat setiap hari," tambahnya.

Devy mengatakan, Johnson & Johnson telah berdedikasi untuk membantu membangun dunia yang baik selama lebih dari 130 tahun untuk pasien, orang tua, para perawat, dokter, dan tenaga kesehatan lainnya.

"Dan terus mewujudkan komitmen kepada para petugas kesehatan di garis depan melalui berbagai program advokasi, pendidikan dan pelatihan, dan kontribusi lainnya," kata dia.

Baca juga: Industri farmasi nasional tumbuh 10,81 persen selama pandemi

Baca juga: OBAT Apps launching program pertukaran dosen dan mahasiswa farmasi pertama di Indonesia

Baca juga: Phapros jaga ketersediaan produk meski tren penyebaran COVID-19 turun

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel