PAG lakukan pengapalan LNG kargo perdana tujuan internasional

Subagyo
·Bacaan 3 menit

Pengelola Pusat Logistik Berikat (PLB) untuk komoditi LNG di Indonesia, Perta Arun Gas (PAG) berhasil melakukan pengapalan kargo LNG perdana dengan tujuan pasar internasional pada 14-15 Januari 2021.

President Director PAG, Arif Widodo dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat menyampaikan bahwa kargo LNG yang dikapalkan kali ini merupakan LNG milik salah satu pengguna PLB yang bersumber dari luar negeri yang telah disimpan di PLB Arun dengan menggunakan kapal Hongkong Energy (FOB) dengan tujuan penerima di Terminal Caofeidian, Hebei, China.

"Keberhasilan ini patut dibanggakan karena ini merupakan pengapalan LNG internasional pertama kali dari PLB Arun (Arun LNG terminal) yang juga statusnya merupakan PLB LNG satu-satunya di Indonesia, di mana pengapalan LNG cargo terakhir dari Terminal LNG Arun dilakukan pada bulan Oktober 2014 di era PT Arun NGL," katanya.

Ia menambahkan kegiatan loading LNG ke kapal sangat lancar dengan laytime hanya 43,08 jam, lebih singkat dari kesepakatan antara penjual dengan pembeli (60 jam) serta lebih singkat dari kesepakatan maksimum laytime antara PAG.

"Saat ini PLB LNG Arun memiliki empat unit tangki LNG dengan total kapasitas 460.000 M3, dengan dua unit tangki untuk penyimpanan LNG bersumber dari domestik dan dua unit tangki untuk LNG bersumber dari internasional," katanya.

Pengoperasian PLB Arun saat ini, lanjut dia, komoditi LNG, baik domestik maupun internasional didatangkan oleh para tenant atau pengguna PLB.


Baca juga: Perta Arun Gas gandeng Natuna Eton bangun tangki penyimpanan LNG

Untuk LNG domestik, disampaikan, milik PLN bersumber dari BP Tangguh yang selanjutnya diregasifikasi dan dikirimkan untuk kebutuhan pembangkit listrik PLN yang berada di Lhokseumawe maupun Sumatera Utara (Belawan, Payapasir), serta LNG domestik lainnya untuk kebutuhan Pupuk Iskandar Muda.

"Untuk LNG internasional di-re-ekspor ke berbagai negara tujuan sesuai kesepakatan antara tenant PLB dengan pembelinya. Kegiatan penerimaan, penyimpanan dan pengapalan LNG di PLB ini biasa dikenal sebagai LNG Hub," kata Arif.

VP Corporate Strategic Planning & Business Development untuk PAG, Surkani Manan menambahkan kesuksesan pengapalan LNG internasional ini menjadi milestone penting bagi PAG dan sebagai pembuktian kemampuan dalam pengelolaan PLB LNG dengan karakteristik bisnis dan jasa yaitu multi user, komoditi (LNG) dari berbagai sumber dan kepemilikan banyak pihak serta tujuan pengiriman dan pemanfaatan akhir LNG yang juga beragam.

Ia mengatakan kemampuan PAG dalam pengelolaan PLB ini akan memperkuat positioning dan cita-cita PAG menjadikan Arun LNG Terminal sebagai salah satu pemain LNG Hub yang diperhitungkan di kawasan Asia Tenggara.


Baca juga: Perta Arun jajaki potensi bisnis gas di Kuwait

Baca juga: Pusat logistik dan penyimpanan LNG Perta Arun Gas diresmikan



Sebagai informasi, saat ini PAG bersama afiliasinya (sub holding gas) sedang melakukan kajian rencana revitalisasi atas 1 (satu) tangki LNG Ex Aset PT Arun NGL termasuk juga potensi investasi tangki LNG baru dengan tujuan peningkatan kapasitas storage LNG Hub di Kawasan.

Selain itu, PAG sedang mengembangkan bisnis lainnya di lokasi Aset Ex Arun seperti PLB untuk fuel oil bunkering, LNG bunkering, cold storage dan jasa O&M untuk LPG Transhipment.

Pengembangan kegiatan bisnis di Kawasan ex Aset PT Arun NGL, kata dia, tentu dengan tujuan disamping pemenuhan target pertumbuhan pendapatan perusahaan juga sebagai bagian dari konstribusi dalam kegiatan pembangunan perekonomian Aceh khususnya melalui penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda potensial.

"Kesuksesan pengoperasian PLB LNG Arun tentu tidak terlepas dari dukungan penuh dari Regulator PLB (Bea cukai) termasuk dari para stakeholder lainnya. Dukungan baik dari internal maupun eksternal PAG sangat diperlukan agar dapat terus mengoperasikan kilang secara aman dan optimal," kata Arif.

Secara terpisah, Kepala Kantor Bea Cukai Lhokseumawe selaku perwakilan regulator untuk PLB LNG Arun, Muchammad Munif mengatakan pembentukan PLB di Indonesia merupakan bagian dari Paket Kebijakan Ekonomi Khusus Jilid II Pemerintahan Jokowi.

"Sesuai tujuan awal PLB yaitu untuk mendapatkan biaya logistik dan transportasi yang efektif serta mendukung kegiatan investasi dan diharapkan menimbulkan multiplier effect kegiatan ekonomi," katanya.


Baca juga: PGN genjot utilisasi LNG untuk pembangkit listrik

Baca juga: Kargo LNG pertama milik Pupuk Iskandar Muda diberangkatkan

Baca juga: PGN-Aptrindo tanda tangani kesepakatan LNG untuk logistik